LombokPost-Sebagai upaya stabilisasi harga pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM) dilaksanakan di Desa Dasan Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Kamis (22/8).
Kegiatan ini menghadirkan berbagai bahan pangan vital yang dibutuhkan masyarakat jelang Maulid Nabi, September mendatang.
”Ini kegiatan GPM kita yang ke-15 di tahun ini,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) NTB H Abdul Azis.
Dikatakannya, beberapa bahan pangan sempat mengalami kenaikan, meski tidak begitu signifikan. Seperti komoditas beras, minyak goreng, cabai, dan lainnya.
Namun kenaikan ini tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.
”Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memastikan akses pangan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat NTB,” sambungnya.
Namun dirinya menegaskan, baik harga maupun stok pangan ini akan terus diawasi.
Kegiatan GPM ini menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan pelayanan kebutuhan pangan kepada masyarakat. Sehingga mereka dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dan terjangkau.
”Sekaligus menstabilkan harga pangan untuk menekan laju inflasi,” katanya.
GPM tersebut menyediakan berbagai bahan pokok seperti beras, daging ayam, minyak goreng, gula, telur, bawang merah, bawang putih, produk makanan beku, sayuran, dan bahan pokok lainnya.
Semua bahan pangan tersebut disediakan dengan harga yang telah disubsidi.
”Beras yang dihadirkan sebanyak dua ton, dari Bulog dan distributor pangan. Minyak goreng Rp 15.500 per botol,” bebernya.
Mantan Sekda KSB ini melanjutkan, program GPM ini melibatkan berbagai mitra. Di antaranya, Bulog, Bank Indonesia, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian, dan Dinas Perdagangan, serta UMKM lokal dan distributor pangan.
”Mereka semua berperan dalam menyediakan stok barang berkualitas dengan harga yang lebih murah dan terjangkau,” jelasnya.
Azis mengimbau seluruh masyarakat untuk bijak dalam membeli kebutuhan pokok. Walau pun tidak ada pembatasan dalam penjualan, ia mengimbau agar masyarakat tidak membeli dalam jumlah berlebihan.
Dirinya mengingatkan pentingnya ketersediaan bahan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kabid Pengelolaan Sumber Daya Ekonomi dan Distribusi Pangan DKP NTB Raisah mengatakan, GPM bakal digelar selama 29 kali. Saat ini masih tersisa 14 kali GPM yang akan digelar hingga akhir tahun nanti.
”Kita gelar di sini karena permintaan dari warga,” ujarnya.
Dikatakannya, antusiasme masyarakat menghadiri GPM ini cukup tinggi. Warga sudah mulai berdatangan sejak pukul 07.00 Wita dan berburu berbagai bahan pangan murah.
”Artinya animo masyarakat untuk mendapatkan pangan murah di bawah harga pasar ini luar biasa,” katanya.
”Semoga dengan kegiatan pasar murah ini kita berhasil menstabilisasi harga pangan, sekaligus pengendalian inflasi,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida