LombokPost--Nilai ekspor NTB pada Agustus 2024 mengalami kenaikan signifikan, jumlahnya USD 449, 20 juta. Meningkat 10,77 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, ekspor NTB paling besar disumbang kelompok galian tambang non migas.
Hal itu menyusul PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) kembali memperoleh izin ekspor tambang per Juli lalu.
”Nilainya USD 443 juta, atau 98,74 persen,” ujar Kepala BPS NTB Wahyudin.
Namun ada yang menarik dari ekspor NTB pada periode ini. Yakni ekspor non tambang berupa kapal laut atau bangunan terapung senilai USD 2,5 juta atau 0,56 persen. Nilainya paling besar di kategori ekspor non tambang di Agustus 2024.
”Ekspor kapal laut ini pertama kali dilakukan NTB,” sambungnya.
Dikatakan Wahyudin, ekspor kapal laut ini berupa kapal pengangkut orang dengan tujuan negara Vanuatu.
Kapal tersebut merupakan kapal bekas yang sebelumnya digunakan untuk rute penyeberangan dari Pelabuhan Lembar ke Pelabuhan Padang Bai, Bali.
”Diminta oleh negara Vanuatu untuk dipakai di sana,” bebernya.
Pengiriman kapal laut ini dimuat melalui pelabuhan muat di Lembar. Kapal tersebut dibeli pemerintah Vanuatu untuk memperkuat armada penyeberangan di negara tersebut.
Kelompok ekspor non tambang NTB pada Agustus 2024 di antaranya kelompok kapal laut dan bangunan terapung USD 2,5 juta atau sekitar 0,56 persen.
Lalu disusul kelompok ikan dan udang USD 2,3 juta atau setara 0,51 persen.
Baca Juga: FKIK Unram Lantik 20 Apoteker Baru, Nilai Rata-rata Kelulusan di Atas Nasional
Urutan berikutnya kelompok perhiasan dan permata USD 379 ribu atau setara 0,08 persen. Kemudian kelompok garam, belerang, dan kapur USD 221 ribu atau setara 0,05 persen.
”Ekspor perhiasan mengalami penurunan, sebelumnya sebesar USD 3,152 juta (Juli) menjadi USD 379 ribu (Agustus),” terangnya.
Dijelaskan, China menjadi negara tujuan ekspor NTB terbesar pada Agustus 2024 dengan nilai USD 292 juta atau sekitar 65 persen.
Disusul Korea Selatan USD 102 juta atau 22 persen, dan Jepang USD 48 juta atau 10 persen. Kemudian Vanuatu dengan nilai ekspor USD 2,5 juta dan Amerika Serikat USD 2,1 juta.
”Barang galian tambang non migas ini didominasi tiga negara, yakni China, Korea Selatan, dan Jepang,” tandasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida