Sebab itu, pelaku UMKM kuliner di NTB didorong menggunakan kemasan vakum untuk produk makanan mereka. Langkah ini juga baik untuk meningkatkan daya tahan.
Namun masih banyak pelaku UMKM NTB yang belum familiar dengan kemasan vakum ini.
Sebab itu, pelatihan terkait pengemasan ini intens dilakukan stakeholder terkait.
”Secara bertahap, UMKM-UMKM NTB diberikan pengetahuan mengenai kemasan ini,” kata Plt Kepala Balai Kemasan NTB Heldy Sardianto.
Dijelaskan, pelatihan kemasan vakum telah diikuti puluhan UMKM NTB belum lama ini.
Beberapa di antaranya memiliki produk seperti sate pusut, ayam betutu, dan beberapa olahan daging.
”Puluhan UMKM ini diberikan pengetahuan mengenai kemasan vakum itu seperti apa dan manfaatnya bagi produk mereka,” ujarnya.
Dijelaskannya, setelah produk dikemas dengan kemasan vakum, selanjutnya akan dilakukan sterilisasi.
Proses sterilisasi ini bertujuan untuk mematikan mikroba pembusuk di dalam produk. Sehingga nantinya, produk dapat bertahan lebih lama meski disimpan di suhu ruang.
Pada saat pelatihan kemasan vakum belum lama ini, peserta melakukan praktik sterilisasi dengan menggunakan alat sederhana berupa panci presto.
Tidak hanya itu, peserta juga diajak melihat secara langsung Rumah Kemasan Steril di Balai Kemasan NTB.
”Pelatihan itu untuk UMKM angkatan I dan II, angkatan I dari tanggal 1-4 Oktober 2024 dan angkatan II dari tanggal 7-10 Oktober 2024,” tandasnya.
Nunuk Askot, owner UMKM Askot mengatakan dirinya sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan tersebut. Sebab dirinya bisa memperoleh ilmu baru untuk memperpanjang masa simpan produknya.
”Saya melihat bahan baku seperti ikan tongkol yang melimpah di daerah Ampenan, mengapa tidak kita buat olahan dan dikemas menjadi oleh-oleh,” kata Nunuk. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida