LombokPost-Perum Bulog NTB melakukan pemantauan penyaluran bantuan pangan (Bapang) tahap akhir di Desa Teruwai dan Kerama Jati, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Kamis (5/12). Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran penyaluran Bapang ke seluruh penerima manfaat.
Wakil Pimpinan Wilayah (Wapimwil) Bulog NTB Musazdin Said mengatakan, Bulog memastikan stok beras di gudang yang ada masih mencukupi. Berdasarkan perhitungan stok akhir dari November, stok beras masih mencukupi hingga Februari 2025. ”Saat ini, terdapat 33.000 cadangan beras di gudang Bulog yang tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa,” ujarnya.
Bulog NTB mengelola 16 gudang. Sembilan gudang berada di Pulau Lombok dan tujuh di Pulau Sumbawa. Semua gudang tersebut telah terisi penuh dengan stok beras yang siap didistribusikan. ”Lombok Barat kemudian Lombok Tengah dan Lombok Utara itu sudah start penyaluran Bapang mulai dari kemarin. Kenapa Kota Mataram belum jalan, karena kemarin disampaikan masih ada di beberapa kelurahan masih ada kotak suara bekas pemilihan kemarin,” terangnya.
Penyaluran Bapang di Pulau Sumbawa kata Musa, sudah berjalan sejak Rabu (4/12). Kemudian Kota Bima dan Kabupaten Dompu mulai disalurkan pada Kamis (5/12), dan Kabupaten Bima mulai Jumat (6/12). ”Kami memberikan target kepada transporter pada tanggal 18 ini sudah selesai semuanya disalurkan dan diterima penerima bantuan, dan batas waktu penyerahan administrasi diharapkan selesai 31 Desember,” sambungnya.
Musazdin menegaskan bahwa Bulog NTB akan terus memprioritaskan penyerapan hasil panen petani lokal, khususnya pada musim panen mendatang. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan beras untuk kebutuhan masyarakat. ”Kami akan terus berupaya menyerap hasil panen petani sebanyak-banyaknya. Itu adalah salah satu langkah penting untuk memastikan ketahanan pangan di wilayah ini,” tambahnya.
Pendistribusian Bapang ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan masyarakat. Terutama di daerah rawan bencana atau kesulitan ekonomi. Dengan ketersediaan stok beras yang mencukupi, diharapkan masyarakat NTB tidak mengalami kekurangan pangan menjelang akhir tahun 2024. (fer/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post