Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kedai Panjang Umur Mataram Tawarkan Roti Kukus Selai Srikaya

nur cahaya • Kamis, 12 Desember 2024 | 10:40 WIB

 

DESAIN UNIK: Iniah Kedai Panjang Umur yang memiliki desain unik khas Pontianak, di Mataram.
DESAIN UNIK: Iniah Kedai Panjang Umur yang memiliki desain unik khas Pontianak, di Mataram.
 

LombokPost-NAMA tempat usaha di Kota Mataram ini Kedai Panjang Umur. Memiliki desain interior ala Pontianak dengan beragam menu yang murah meriah dan enak. Salah satu menu best seller-nya adalah roti kukus selai srikaya. ”Usaha roti kukus selai srikaya itu awalnya di tahun 2019, pas sedikit lagi mau Covid-19, jadi dulu saya jualan dari rumah,” ujar owner Kedai Panjang Umur Rafasyah.

Ide usaha ini berawal dari ketika dirinya berkuliah di Jogja dan memiliki sahabat dari Pontianak.  Orang tua sahabatnya itu sering membawakan selai srikaya ketika berkunjung ke kontrakan. ”Kebetulan ditemani sama pisang goreng waktu itu, setelah kita coba kok enak dan membekas rasanya,” sambungnya.

Setelah wisuda dan berhenti dari kantor tempatnya bekerja, Rafasyah memutuskan untuk memulai usaha. Dirinya terpikir untuk membuat usaha dari selai srikaya tersebut. Dia pun kemudian menghubungi sahabatnya untuk minta diajarkan cara membuat selai itu. ”Saya kepikiran itu, karena memang saya juga suka sekali sama selai srikaya. Ternyata cara yang diajarkan orang tua sahabat saya itu beda dengan step yang ada di Youtube, padahal bahannya mirip. Makanya beda karena itu tradisional di sana sudah begitu,” jelasnya.

Setelah melewati proses trial and error, akhirnya dia berhasil menemukan hasil yang diinginkan. Namun dikarenakan orang berjualan pisang goreng sudah banyak, dirinya pun memutar otak mencari ide lainnya. Akhirnya dipilihlah roti yang menjadi titik awal jualan roti kukus selai srikaya miliknya hingga saat ini. ”Pertama yang saya jual adalah roti kukus itu lewat online dan respons masyarakat bagus,” bebernya.

Setelah tiga bulan, dirinya kemudian mencoba untuk berjualan secara offline. Waktu itu, dirinya berjualan dengan mobil pribadi di depan Ruby Supermarket. Awalnya, dia membawa 15 porsi roti kukus selai srikaya dan langsung ludes. ”Besoknya kita tambah porsinya secara bertahap hingga lima bulan lamanya,” katanya.

Akhirnya pada 2021, dirinya berhasil mengumpulkan modal untuk membuka toko. Disewalah sebuah ruko di jalan bung Karno waktu itu. Namun rupanya tidak berjalan mulus, hingga akhirnya pindah ke Jalan Catur Warga, dekat dengan RSI Siti Hajar.

Setelah setahun, dirinya kembali memutuskan untuk pindah lokasi di Jalan Tulip Nomor 16 Gomong, Mataram. Tepatnya, di seberang Ricky Smartphone ke arah Pancaka, dengan nama Kedai Panjang Umur. ”Jadi sekarang sudah jalan empat tahun, Alhamdulillah selama proses itu tidak ada fase goyang dan  positif semua, karena memang konsep jualan juga tradisional,” katanya.

Dari awalnya hanya belasan porsi, kini bisa mencapai ratusan porsi. Saat ini, Kedai Panjang Umur tercatat sudah memiliki 22 orang karyawan. ”Jadi saya tetap turun langsung, istri saya produksi roti, jadi bagi-bagi tugas, dia kontrol di produksi rotinya, saya di kedainya,” jelasnya.

Kisaran harga Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribuan. Ke depannya, dirinya menargetkan untuk membuka cabang lagi. ”UMKM Itu harus konsisten, jadi jangan di awal-awal saja, baru lesu sedikit jangan langsung ditinggalkan usahanya itu,” sarannya.

Roti kukus selai srikaya di Kedai Panjang Umur ini ternyata juga sering dijadikan oleh-oleh ke luar Lombok, maupun kudapan selama perjalanan. Namun dikarenakan dirinya tidak menggunakan pengawet, roti kukus ini hanya bisa bertahan satu kali 24 jam. ”Jadi mereka kalau mau untuk pagi, malamnya mereka harus pesan dulu, baru bisa kami siapkan. Baik yang ke Surabaya, maupun ke Jakarta,” tandasnya. (fer/r9)

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#kantor #jualan #srikaya #kukus #porsi #Konsep #tradisional