LombokPost-Provinsi NTB memiliki potensi olahan kelapa yang menjanjikan. Produk turunan yang dihasilkan pun terbilang banyak. Beberapa di antaranya, virgin coconut oil (VCO), minyak kelapa, cocopeat, hingga tepung kelapa. ”Banyak (masyarakat) yang kurang mampu tinggal di pesisir. Di 2025, kita berharap pengembangan produk kelapa, bisa menghasilkan uang (untuk membantu masyarakat kurang mampu)” ujar Kepala Bank Indonesia (BI) NTB Berry Arifsyah Harahap.
Tanaman kelapa banyak di temukan di sejumlah daerah NTB, terutama di kawasan pesisir. Berdasarkan data BPS NTB per Februari 2024, luas tanam kelapa mencapai 57,9 hektare.
Paling luas di Kabupaten Lombok Barat mencapai 11.685,45 hektare. Disusul KLU mencapai 10.060 hektare. Dari luasan tersebut, dapat dihasilkan setidaknya belasan ribu ton kelapa per tahunnya.
Potensi ini yang dilirik Bank Indonesia (BI) NTB di 2025 mendatang. BI NTB berencana mengembangkan olahan kelapa sebagai produk unggulan NTB. Tujuannya, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat kurang mampu di pesisir melalui pengolahan kelapa ini.
Hanya saja, rencana tersebut memiliki sedikit kendala. Yakni persoalan transportasi logistik yang kabarnya memiliki sewa yang agak mahal. Hal ini yang tengah menjadi atensi BI NTB agar bisa segera teratasi. ”Kita akan coba bekerja sama dengan Balai Karantina nantinya,” tandasnya.
Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu mengatakan, dengan luas area tanam 10.060 hektare, KLU bisa menghasilkan sekitar 12.343 ton kelapa. Dalam pengembangan komoditas dan pemasaran kelapa ini, pihaknya berkolaborasi dengan Bank Indonesia. ”Bank Indonesia akan memfasilitasi buyer internasional yang siap membeli kelapa tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, petani KLU didampingi Pemkab Lombok Utara dan BI NTB dalam peningkatan produksi dan kualitas komoditas. Hal tersebut untuk memenuhi standar buyer.
Tidak hanya kelapa, BI juga membantu peningkatan produksi dan pemasaran berbagai komoditas lainnya, seperti jambu mete, vanili, dan lainnya. ”Semoga ke depannya dapat memenuhi kebutuhan pasar, terutama pasar ekspor,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post