Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kreativitas Gen Z Sangat Mendukung Kinerja Dunia Perbankan

nur cahaya • Jumat, 27 Desember 2024 | 15:37 WIB
BMPD NTB saat berbincang pekerja gen Z di dunia perbankan. (NURUL/LOMBOK POST)
BMPD NTB saat berbincang pekerja gen Z di dunia perbankan. (NURUL/LOMBOK POST)

LombokPost-Dunia perbankan kini mulai melirik gen Z menjadi pekerja, karena memiliki kreativitas yang bisa mempromosikan dan mendukung kinerja saat bekerja.

”Kalau di tempat kami bisa dikatakan 50 persen gen Z dan lebih kreatif dalam mengenalkan produk yang kami miliki,” kata Pimpinan Bank Permata Cabang Mataram Ayu Lingga.

Pimpinan Danamon Cabang Mataram Nini Safriani tidak memungkiri kreativitas gen Z.

Namun juga generasi ini memiliki kelemahan yang harus bisa diperbaiki dalam menunjang pekerjaan.

Sehingga memang pondasi gen Z ini terlalu rapuh yang harus menjadi perhatian mereka agar bisa eksis di pekerjaan.

Rapuh ini terlihat bila diberikan tantangan pekerjaan yang merasa sudah dituntut berlebihan.

”Tapi kalau di lapangan kekurangan yang saya perhatikan gen Z ini gampang sekali putus asa, cepat down. Sedangkan dalam dunia perbankan harus kuat tahan banting,” imbuhnya.

Pimpinan China Construction Bank Indonesia (CCBI) Cabang Mataram Henny memiliki pandangan bila pekerja gen Z sangat kreatif namun tidak mau susah dan ribet.

Ini dapat dilihat dari misalnya yang dulu masih menggunakan sistem manual, sedangkan gen Z lebih ingin yang praktis.

Gen Z senang diberikan tanggung jawab sesuai dengan style yang dimiliki.

”Misalnya dalam hal ketemu nasabah, kalau bisa lewat online kenapa harus tatap muka bagi gen Z. Padahal tatap muka bertemu dengan nasabah justru feelnya akan berbeda akan terasa human touchnya,” ujarnya.

Pimpinan Bank Panin Dubai Syariah Cabang Mataram Aisyah Fahrial tidak memungkiri sangat banyak gen Z yang bekerja di tempatnya, sekitar 60 persen.

Hanya saja sebagai pemimpin, dia akan menyeimbangkan kemampuan yang dimiliki gen Z.

Dia memiliki strategi untuk menghadapi mereka yang rapuh juga cepat putus asa dengan memberikan motivasi untuk membangkitkan semangat.

”Demografi gen Z ini sangat menarik. Namun kehadiran gen Z juga membawa suasana lebih fresh,” tuturnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Winda Putri Listya mengatakan, kondisi pekerja dengan generasi muda ini akan dirasakan hingga 2045 saat mencapai Indonesia Emas.

Dimana gen Z dan gen alpha akan mendominasi dunia pekerjaan kedepannya hingga 80 persen.

”Ke depan itu tantangannya kita harus menyesuaikan diri, sebagai pimpinan wanita yang ada akan mudah menyentuh. Generasi muda ini butuh pengakuan, apresiasi, dan diberikan tanggung jawab ruang berkreasi,” tuturnya.

Namun nantinya tantangannya gen Z adalah mereka harus mau memfilter informasi yang relevan dan harus update.

Disamping tentunya harus punya kompetensi dan inovatif.

”Selain inovatif, selalu berpikir kreatif dan yang terpenting itu bisa kerja tim (teamwork). Sekarang anak kekinian itu yang susah adalah berkolaborasi padahal berkolaborasi itu seni,” ujarnya.

Ia menjelaskan seni mau menerima masukan dari orang lain, seni mau mendengar, seni mau membantu kebutuhan orang lain adalah hal yang harus dimiliki.

Dan hal tersebut menjadi tantangan sebenarnya yang dihadapi anak kekinian.

”Dalam dunia pekerjaan itu tidak hanya butuh kepintaran tapi harus pintar-pintar menempatkan diri, pintar bisa bekerja dalam tim. Itu kuncinya,” tegas dia. (nur)

Editor : Kimda Farida
#pimpinan #bank #Bank Indonesia #pekerjaan #kinerja #perbankan #Mataram #cabang #Gen Z #NTB #bekerja #Pekerja