LombokPost-Harga berbagai bahan pokok (Bapok) di NTB semakin melonjak. Hingga momen tahun baru 2025, harga komoditas-komoditas pangan tersebut naik di kisaran 8-25 persen.
Kenaikan paling tinggi terjadi di berbagai komoditas cabai dan aneka sayuran.
“Harga-harga pada naik karena memang momennya, ada momen tahun baru. Ini yang harganya Rp 57 ribu biasanya Rp 53 ribu,” ujar Suherman, penjual telur ayam ras di Pasar Mandalika, Rabu (1/1).
Berdasarkan pantauan di Pasar Induk Mandalika Kota Mataram, meroketnya harga ini sudah terjadi sejak H-1 pergantian tahun.
Beberapa komoditas pangan vital yang mengalami kenaikan di antaranya, harga telur ayam ras berbagai ukuran.
Telur ayam ras ukuran kecil seharga Rp 50 ribu dari sebelumnya Rp 45 ribu per tray.
Untuk ukuran sedang seharga Rp 57 ribu dari sebelumnya Rp 53 ribu per tray, dan ukuran besar seharga Rp 60 ribu dari sebelumnya Rp 55 ribu per tray.
Kemudian harga daging ayam ras Rp 45 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 38 ribu per kilogram.
Harga tomat Rp 17 ribu dari sebelumnya Rp 14 ribu per kilogram. Bawang merah Rp 48 ribu dari sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram.
Untuk komoditas cabai rawit sebesar Rp 56 ribu dari sebelumnya Rp 42 ribu per kilogram.
Cabai merah keriting Rp 56 ribu dari sebelumnya 50 ribu per kilogramnya.
Cabai merah besar Rp 65 ribu dari sebelumnya Rp 58 ribu per kilogramnya.
Pada komoditas sayuran, kol putih sebesar Rp 13 ribu dari sebelumnya Rp 7-8 ribu per kilogramnya.
Terong lalapan kini dijual seharga Rp 12 ribu per kilogram dari biasanya Rp 4-5 ribu per kilogram.
Kenaikan tersebut diakuinya sudah terjadi di tingkat pengepul. Hal itu dikarenakan permintaan terhadap komoditas tersebut lebih tinggi dari biasanya.
Sementara pasokan yang masuk semakin menurun.
“Sudah naik dari pengepulnya, kalau dijual harga sebelumnya, kita merugi,” katanya.
Salah satu warga Kota Mataram, Suciati mengeluhkan kenaikan harga bapok yang cukup menggila itu.
Kenaikannya bahkan lebih tinggi dibandingkan ketika menjelang Natal lalu.
“Naiknya lumayan tinggi, kagetnya lagi sayur pun naiknya gak kira-kira, jadi porsi belanja terpaksa sedikit dikurangi untuk siasati budget,” keluhnya.
“Semoga segera harga bisa normal lagi,” harapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, naiknya harga bapok dikarenakan beberapa faktor.
Di antaranya cuaca buruk yang membuat pasokan menurun, sedangkan di sisi lain permintaannya tinggi. Untuk stok, Nelly mengaku masih aman.
“Kondisi pasar kita masih stabil, memang ada kenaikan harga, terutama di klaster cabai-cabaian. Bahkan harga cabai rawit naik sampai Rp 6.300 per kilogramnya, besar sekali naiknya,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Kimda Farida