Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kopi Samba Lombok Utara Tembus Pasar Jepang dan Vietnam

nur cahaya • Kamis, 9 Januari 2025 | 11:27 WIB

 

IKUT BAZAR: Pengelola UMKM Kopi Samba, Syamsul (tiga kanan) bersama Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu (tiga kiri) dan pejabat Pemda Lombok Utara dalam bazar UMKM, beberapa waktu lalu.
IKUT BAZAR: Pengelola UMKM Kopi Samba, Syamsul (tiga kanan) bersama Bupati Lombok Utara Djohan Sjamsu (tiga kiri) dan pejabat Pemda Lombok Utara dalam bazar UMKM, beberapa waktu lalu.
 

LombokPost--Kabupaten Lombok Utara menjadi salah satu daerah penghasil kopi di NTB.

Sehingga tak heran ada banyak UMKM kopi yang terbentuk di daerah termuda di NTB tersebut.

Hebatnya, banyak dari mereka yang bahkan sukses menembus pasar global.

Salah satunya, UMKM Kopi Samba di Desa Sambik Bangkol, Kecamatan Gangga yang tembus pasar Jepang dan Vietnam.

Syamsul, pengelola UMKM Kopi Samba mengatakan, Kopi Samba ini terbentuk pada 9 Oktober 2018.

Saat itu, produk Kopi Samba ini pertama kali digagas relawan yang membantu warga di Desa Sambik Bangkol.

“Mereka mencoba pendekatan edukatif kepada masyarakat di dusun ini. Dari sana akhirnya terbentuk UMKM Kopi Samba.Samba itu singkatan dari Sambik Bangkol,” terangnya.

UMKM Kopi Samba ini berisikan anak-anak muda dan ibu rumah tangga (IRT) di Desa Sambik Bangkol.

Pada awalnya, pelaku UMKM Kopi Samba ini dilatih tentang kopi dari relawan asal Jawa. Tak hanya itu, para petani kopi juga turut dibina terkait proses produksi hingga panen yang baik.

“Cara sortasi kopi termasuk proses penjemuran. Kita dan petani kopi dibina dari hulu sampai hilir. Mereka membina kami lewat pelatihan-pelatihan. Setelah kita ikuti pelatihan yang cukup, kita dilatih bikin produk,” terangnya.

Produk Kopi Samba ini mulai diperkenalkan secara luas melalui program Expo Santripreneur 2019 Kementerian Pemuda dan Olahraga, bekerja sama dengan Biuus Indonesia.

Pihaknya melakukan demo produk Kopi Samba sebanyak 100 kilogram ke Jakarta.

“Di sana kita buka gratis. Alhamdulillah digandrungi pencinta kopi. Dari situlah awal kita mulai dikenal,” sambungnya.

Setelah itu, pihaknya mendapatkan pemesanan dari Jepang. Sekitar satu ton produk bubuk kopi saat itu dikirim ke Jepang.

Perlahan tapi pasti, produk Kopi Samba semakin dikenal secara luas.

Seiring berjalannya waktu itu, UMKM Kopi Samba terus melakukan pembenahan produk, dan pemesanan dari luar negeri bertambah hingga ke Vietnam.

Proses pengolahan Kopi Samba melibatkan para IRT dan pemuda di sekitar rumah produksi.

Para IRT berperan untuk menyortir biji kopi yang memiliki kualitas yang tidak sama. Sebab itu, Kopi Samba memiliki biji kopi yang berkualitas baik.

Biji kopinya dihasilkan dari pohon kopi di dataran tinggi di Dusun Kopong Sebangun. Lokasi ini ribuan meter di atas permukaan laut.

Biji kopi yang dipetik berupa biji cherry merah. Selain Kopong Sebangun, biji kopi Samba juga dihasilkan di Dusun Senjajak dan Dusun Gunung Borok. 

“Biji kopinya berupa biji cherry merah ini yang membuat Kopi Samba ini punya karakteristik rasa kopi yang khas. Jadi keunggulannya ada pada citarasanya yang khas,” jelasnya.

Syamsul mengatakan, pihaknya saat ini masih bekerja sama dengan semua e-Mart di NTB, termasuk e-Mart di BIZAM, e-Mart Bali, dan e-Mart Tiga Gili.

Saat ini pihaknya tengah menunggu informasi lanjutan dari ritel modern terkait distribusi produk Kopi Samba.

“Kita juga masih kontrak kerja sama dengan Vietnam, tahun ini selesai. Kita mulai kerja sama dari tahun 2020,” tandasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#UMKM #relawan #Samba #pelatihan #panen #kopi #expo #Lombok Utara