Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Malaysia Masih Menjadi Tujuan Primadona Pekerja Migran NTB

nur cahaya • Senin, 20 Januari 2025 | 08:54 WIB

 

Noerman Adhiguna
Noerman Adhiguna
 

LombokPost-Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB melayani penempatan 21.252 calon PMI (CPMI) selama 2024.

Dari jumlah tersebut, paling besar penempatannya di Malaysia.

Kepala BP3MI NTB Noerman Adhiguna membeberkan, jumlah PMI penempatan di Malaysia mencapai 20.089 orang.

Disusul Brunai Darussalam 257 orang, Singapura 256 orang, Arab Saudi 191 orang, Jepang 182 orang, Taiwan 127 orang, dan Papua Nugini 49 orang.

”Berdasarkan gender, paling banyak pria sebanyak 20.700 orang dan perempuan 552 orang. Paling banyak pria karena ke Malaysia tadi,” ujarnya, Jumat (17/1).

Jika dirincikan daerah asalnya, paling besar berasal dari Kabupaten Lombok Timur sebanyak 9.642 orang.

Disusul Kabupaten Lombok Tengah 6.997 orang, Kabupaten Lombok Barat 3.414 orang, Kabupaten Lombok Utara 526 orang, dan Kota Mataram 413 orang.

Kemudian Kabupaten Sumbawa 86 orang, Kabupaten Bima 51 orang, Kabupaten Dompu 38 orang, Kota Bima 18 orang, dan Kabupaten Sumbawa Barat 5 orang.

Jenis pekerjaannya beragam.

Paling besar sebagai pekerja ladang, sebanyak 17.653 orang.

Disusul harvester 1.549 orang, construction worker 533 orang, agricultural labour 273 orang, domestic worker 259 orang, farmer 128 orang, general worker 89 orang, dan office and faculty 50 orang.

”Dari 21.252 CPMI sebanyak 20.875 bekerja di sektor formal dan 377 di sektor informal,” sambungnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, penempatan dengan skema G to G (government to government) sebanyak 119 PMI.

Rinciannya, 110 orang PMI pria dan 9 PMI perempuan.

Tujuan penempatan dengan skema G to G paling besar ke Korea Selatan, sebanyak 101 PMI.

Disusul Jepang 14 PMI dan Jerman 4 PMI.

PMI dengan skema ini paling banyak berasal dari Kabupaten Bima, yakni 45 orang.

Disusul Kabupaten Lombok Timur 25 orang, Kabupaten Lombok Tengah 19 orang, Kota Mataram 8 orang, Kabupaten Dompu 7 orang, Kabupaten Lombok Barat 6 orang, Kabupaten Lombok Utara 5 orang, dan Kabupaten Sumbawa 4 orang.

”Paling banyak bekerja sebagai fisherman atau nelayan sebanyak 69 orang, pekerja manufaktur 17 orang, careworker 14 orang, operator 11 orang,  ships engineering 4 orang dan perawat 4 orang,” bebernya.

Noerman melanjutkan, selama 2024 pihaknya menerima 1.073 aduan PMI. Dari Malaysia, sebanyak 692 aduan.

Kemudian Saudi Arabia 176 aduan dan Uni Emirat Arab 49 aduan, dan beberapa negara lainnya.

”Jenis masalah paling besar itu deportasi sebanyak 514 aduan, pencegahan 247 aduan, meninggal dunia 77 aduan, sakit fisik 53 aduan, dan penganiayaan 23 aduan,” jelasnya.

BP3MI melakukan pemulangan sebanyak 920 PMI selama 2024.

Penyebab kepulangan paling besar karena deportasi sebanyak 539 PMI. Disusul karena pencegahan sebanyak 233 PMI, meninggal dunia 79 orang dan sakit fisik 39 orang.

”Paling banyak dari Lombok Timur 341 orang. Disusul Lombok Tengah 284 orang, sisanya dari daerah NTB lainnya,” tandasnya. (fer/r9)

Editor : Kimda Farida
#BP3MI #cpmi #PMI #pemulangan #migran #NTB #Malaysia #Lombok