Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Taksi Bluebird Buka Layanan di Bandara Internasional Lombok

Lestari Dewi • Rabu, 5 Februari 2025 | 20:10 WIB

 

MUDAHKAN PENGGUNA: Sejumlah calon penumpang pesawat memasuki pintu keberangkatan di BIZAM, Loteng. Kini, pengguna jasa miliki banyak pilihan transportasi darat berbasis agrometer dari Bandara Lombok.
MUDAHKAN PENGGUNA: Sejumlah calon penumpang pesawat memasuki pintu keberangkatan di BIZAM, Loteng. Kini, pengguna jasa miliki banyak pilihan transportasi darat berbasis agrometer dari Bandara Lombok.

 

LombokPost-Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) telah menambah alternatif pilihan transportasi darat berbasis agrometer dari bandara.

Yaitu, layanan taksi Bluebird dan sebelumnya telah hadir transportasi berbasis aplikasi yakni Grab tahun 2021 dan GoCar tahun 2024.

“Kehadiran ketiganya melengkapi layanan jasa transportasi darat yang sudah ada sebelumnya di Bandara Lombok,” ucap General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Lombok Barata Singgih Riwahono.

Hal ini sejalan dengan komitmen Bandara Lombok untuk meningkatkan standar pelayanan bandara kepada pengguna jasa. Khususnya dalam layanan transportasi darat penghubung bandara. “Selain sebagai alternatif, ini merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah bagi armada penyedia layanan transportasi darat di Bandara Lombok,” jelasnya.

Semakin beragamnya pilihan moda transportasi darat resmi, dimaksudkan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Serta memastikan kenyamanan dan keamanan penumpang pengguna jasa transportasi. “Ini memudahkan mobilitas masyarakat dan wisatawan yang tiba maupun berangkat dari Bandara Lombok,” tegas Barata.

Sebagai pengelola bandara, pihaknya ingin memastikan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan pengguna jasa. Dengan menghadirkan layanan pendukung bandara yang memiliki standar baik serta menyesuaikan kebutuhan pengguna jasa bandara. “Upaya kami dalam mendukung Lombok sebagai destinasi pariwisata serta demi kemajuan masyarakat NTB,” katanya.

Pengguna jasa Bandara Lombok Rizky Ramdhani mengapresiasi beragamnya pilihan moda transportasi dari dan menuju bandara. Sebagai konsumen, tentunya penumpang berhak memilih moda transportasi yang mereka anggap paling aman, terpercaya, dan pelayanan yang bagus. “Toh bandara-bandara di daerah lain juga sudah lazim ada Bluebird, Grab, GoCar. Apalagi Lombok ini kan destinasi wisata. Mestinya didukung dengan pelayanan yang baik sejak turis itu tiba di bandara,” ucap pria asal Sumbawa Besar ini.

Terpisah, Stakeholder Relation Dept Head Arif Haryanto menyinggung nasib transportasi lokal yang mengaku tidak diakomodir pihak bandara dibantah. Dari hasil pertemuan Angkasa Pura sebelumnya pihaknya telah melakukan evaluasi dan mengakomodir penambahan kuota yang diminta. “Ada 50 slot armada, tentunya disesuaikan dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku,” kata dia.

Artinya, pelaku transportasi lokal masih bisa beroperasi di mana aplikator Grab dan GoCar hanya dapat bekerja sama dengan sopir lokal itu. “Kendaraan driver ini sudah bekerja sama dengan Angkasa Pura Land Transport Eksisting, tidak boleh mereka ambil sopir dari luar,” jelasnya.

Total armada yang beroperasi di Bandara Lombok 169. Rinciannya, 10 unit Damri, 15 unit taksi Bluebird, 50 unit armada tambahan dan jumlah armada sebelumnya 94 unit. Semua ini bernaung di bawah lima koperasi yang secara resmi bermitra dengan bandara. (ewi/r6)

Editor : Redaksi Lombok Post
#penumpang #Bandara #keamanan #internasional #transportasi #Pelayanan #turis #masyarakat #BIZAM #destinasi