Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

OJK Optimis Kinerja Positif Jasa Keuangan NTB Tetap Berlanjut di 2025

Geumerie Ayu • Sabtu, 15 Februari 2025 | 13:05 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

LombokPost--Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis tren positif kinerja sektor keuangan NTB di 2025 akan terus berlanjut.

Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo mengatakan, secara umum sisi perbankan masih tumbuh positif.

Hingga saat ini, operasional lembaga keuangan berjalan secara optimal.

Meski ada sejumlah dinamika yang dihadapi, salah satunya efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat hingga daerah.

”Industri jasa keuangan tetap mampu beradaptasi dan tumbuh, meski saat ini sedang dilakukan efisiensi anggaran dari pusat hingga daerah,” ujarnya.

Berdasarkan data November 2024, aset perbankan sebesar Rp 80,727 triliun.

Jumlah ini mengalami pertumbuhan Rp 5,778 triliun atau 7,71 persen (yoy).

Terutama karena pertumbuhan aset Bank Umum Konvensional (BUK) sebesar Rp 2,717 triliun atau 5,92 persen (yoy), dan Bank Umum Swasta (BUS) Rp 2,576 triliun atau 12,72 persen (yoy).

”Pertumbuhan aset antara lain berasal dari peningkatan DPK sebesar Rp 2,015 triliun atau 4,56 persen (yoy),” sambungnya.

Dari sisi kredit, hingga November 2024 tumbuh 7,5 persen (yoy) yang didorong kredit konsumsi.

Kredit perbankan di NTB tercatat Rp 69,419 triliun.

Jumlah tersebut meningkat Rp 397 miliar atau 0,58 persen (mtm) dan 7,5 persen (yoy).

”Hal tersebut didorong oleh kredit konsumsi yang meningkat sebesar Rp 3,237 triliun,” terangnya.

Lebih lanjut, pertumbuhan mayoritas sektor secara kalender tahunan meningkat tipis.

Sektor bukan lapangan usaha serta perdagangan besar dan eceran masih menjadi sektor dengan pertumbuhan tahunan tertinggi.

Pertumbuhan kredit berdasarkan lokasi Dati II per November 2024, tertinggi di Kota Mataram sebesar Rp 2,268 triliun atau 5,83 persen (yoy) dan Rp 250 miliar atau 0,61 persen (mtm).

Secara nasional kredit perbankan di 2025 diproyeksikan tumbuh 9-11 persen.

Hal itu didukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) 6-8 persen.

Di pasar modal, penghimpunan dana ditargetkan sebesar Rp 220 triliun.

Piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan diproyeksikan tumbuh 8-10 persen, dengan mencermati kondisi penjualan kendaraan bermotor yang menurun.

Aset asuransi diperkirakan tumbuh 6-8 persen.

Aset Dana Pensiun diperkirakan tumbuh 9-11 persen dan Aset Penjaminan diperkirakan tumbuh 6-8 persen.

“Pemangkasan anggaran di pemerintahan itu menurut saya lebih ke relokasi dana dari satu sektor ke sektor lain sebenarnya. Saya rasa tidak ada masalah” tandasnya. (fer/r6)

 

Editor : Kimda Farida
#EFISIENSI ANGGARAN #tumbuh #Aset Perbankan #Keuangan #DPK #bank umum konvensional #kredit konsumsi #positif #OJK #Kredit #swasta #Dinamika #jasa keuangan