Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jelang Idulfitri, Harga Bapok Kembali Merangkak Naik

nur cahaya • Selasa, 25 Maret 2025 | 21:50 WIB

 

Suasana aktivitas jual beli bahan pokok (Bapok) di Pasar Induk Mandalika, Kota Mataram, Senin (24/3).
Suasana aktivitas jual beli bahan pokok (Bapok) di Pasar Induk Mandalika, Kota Mataram, Senin (24/3).
 

 

LombokPost-Jelang Hari Raya Idulfitri 1446 H, harga berbagai bahan pokok (Bapok) di pasar mulai merangkak naik. Selain permintaan yang meningkat, ada juga yang harganya naik karena mengalami penurunan stok.

Dari pantauan di Pasar Mandalika, ada beberapa komoditas yang harganya naik. Di antaranya aneka jenis cabai, bawang merah, minyak goreng, telur ayam, gula, hingga daging sapi.

Untuk aneka jenis cabai, pada cabai rawit naik sebesar Rp 20 ribu menjadi Rp 120 ribu per kilogram. Cabai keriting naik Rp 10 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Bawang merah naik Rp 5 ribu menjadi Rp 45 ribu per kilogram.

Daging sapi naik Rp 5 ribu menjadi Rp 130 ribu per kilogram. Telur ayam naik Rp 2 ribu menjadi Rp 52 ribu per tray. Daging ayam naik Rp 2 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram. Tomat naik Rp 2 ribu menjadi Rp 12 ribu per kilogram.

Bawang putih naik Rp 2 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram. Gula pasir naik Rp 1.000 menjadi Rp 18 ribu per kilogram. Minyak goreng curah naik Rp 2 ribu menjadi Rp 20 ribu per liter.

Kenaikan harga Bapok ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga H-2 lebaran nantinya. Pedagang sembako di Pasar Mandalika Mutmainnah mengatakan, seperti tahun lalu, kenaikan harga diperkirakan cukup signifikan ketika mendekati lebaran. “Bawang merah saja bisa sampai di atas Rp 50 ribu nantinya, karena permintaan sangat tinggi,” ujarnya.

“Cabai rawit bisa jadi Rp 150 ribu atau lebih perkilogramnya nanti,” sambungnya.

Pedagang lainnya, Saenah mengatakan, selain permintaan tinggi, naiknya harga Bapok juga dipengaruhi kondisi stok. Jika stoknya tidak banyak, maka harga jual sudah pasti akan meningkat. “Kalau cabainya tidak dikirim dari luar daerah, mungkin bisa lebih murah harganya karena stok banyak,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data rata-rata harga pasar Disdag NTB per 24 Maret 2025, sejumlah Bapok menunjukkan peningkatan harga. Peningkatan harganya berada dikisaran 1 sampai 9 persen. Bapok dengan peningkatan harga tertinggi masih di komoditas cabai.

Cabai rawit naik sebesar Rp 6.833 per kilogram menjadi Rp 103.250 per kilogram atau 7 persen. Cabai keriting naik Rp 3.033 menjadi Rp 57.117 per kilogram atau 5 persen. Daging ayam naik Rp 1.083 menjadi Rp 39.967 per kilogram atau 3 persen. Tomat naik Rp 1.000 menjadi Rp 11 ribu atau 9 persen. (fer/r6)

Editor : Prihadi Zoldic
#bahan pokok #Kilogram #Mandalika #pasar #komoditas #bawang