Anggaran promosi tahun ini hanya Rp 200 juta, turun 80 persen dari tahun lalu Rp 1 miliar.
Ketua BPPD NTB Sahlan M Saleh mengatakan, pihaknya akan terus berinovasi untuk mendatangkan banyak wisatawan.
Berkurangnya anggaran tak membuat BPPD NTB menyerah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. “Kita berusaha melibatkan pihak ketiga untuk melakukan promosi,” ujarnya.
BPPD mendorong asosiasi pariwisata untuk melakukan promosi. Salah satunya, melibatkan Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB.
Pada Februari lalu, Astindo NTB telah menggelar Lombok Travel Mart untuk mendatangkan wisatawan.
Pada Mei mendatang, pihaknya bakal menggelar sport tourism dengan mengandeng Astindo NTB. Event sport tourism tersebut yakni Lombok Open Tournament Golf yang digelar di Kosaido, Pantai Sira, Lombok Utara.
“Itu yang akan kita dorong, nanti di BBTF (Bali Beyond Travel Fair) kita akan meminta bantuan untuk melakukan promosi di Bali,” jelasnya.
“Promosi itu harus tetap bergerak, ada tidak ada anggaran kami akan tetap bergerak,” tegasnya.
Sahlan mengakui promosi dengan anggaran minim cukup berat. Apalagi dengan anggaran Rp 200 juta tersebut, mereka harus mengejar target Rp 6 triliun. “Kita syukuri saja,” ucapnya.
Anggaran Rp 200 juta tersebut menurut Sahlan untuk kebutuhan operasioan kantor dan gaji karyawan.
Pihaknya berharap, pada anggaran perubahan nantinya akan ada penambahan.
“Kalau berbicara nilai kebutuhan secara riil itu promosi kita secara massif agar bisa tercapai destinasi mendunia, maka kita butuh dana Rp 24 milliar,” terangnya.
Ke depannya, BBPD NTB akan mengikuti event-event nasional yang pasarnya baik. Mulai dari BBTF di Bali, Arabian performa di Dubai, pasar nasional di Beijing, event di Singapura, dan lainnya.
“Itu harus kita kejar terus agar wisatawan banyak yang datang, dan India juga ada kemarin tapi kami tidak bisa hadir padahal pasarnya bagus dari sana,” tandasnya. (fer/r6)
Editor : Prihadi Zoldic