Di antaranya Pokja di tempat wisata Joben, hingga Gunung Rinjani yang dianggap mampu dongkrak PAD Lotim.
Contohnya Pokja MBLB, kerena MBLB merupakan kekayaan yang cukup bernilai sehingga jika dikelola dengan baik bisa dipastikan akan dongkrak PAD Lotim.
“Kalau pokja MBLB sudah dibentuk. Kita harap pokja yang sudah dibentuk itu, MBLB yang menjadi kekayaan kita bisa lebih bernilai, baik kesejahteraan masyarakat maupun pembangunan daerah,” terang Sekda Lotim HM Juaini Taofik, Rabu (29/4).
Diharapkan, aset tersebut bisa kembali ke Pemkab Lotim sehingga pendapatan dari karcisnya bisa masuk dan dongkrak PAD Lotim.
Terkait Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), selama ini Pemkab Lotim tidak mendapatkan apa-apa.
“Di Rinjani kita sudah membangun jalan, juga akan membangun tempat pengolahan sampah. Dan mungkin juga akan membangun kesehatan dan kesiapsiagaan bencananya. Jadi kita juga harus dapat. Tugas Pokja ini nanti memastikan regulasinya dan meningkatkan sarpras, ”ujarnya.
Kata dia, bupati juga meminta agar tarif pendakian dibedakan antara pendaki luar negeri, luar daerah, dari NTB, dan dari Lotim sendiri.
Turut dijelaskan, daerah juga berencananya membentuk pokja tembakau virginia. Selama ini pemkab hanya mendapatkan sumbangan pihak ketiga, namun tidak terlalu banyak.
“Termasuk kita juga akan membentuk pokja budi daya udang vaname. Jadi tiga bulan terakhir ini kita akan fokus untuk meningkatkan capaian PAD. Karena tanpa PAD yang meningkat otonomi daerah juga tidak akan berjalan,” katanya. (par/r6)
Editor : Siti Aeny Maryam