Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pertumbuhan Ekonomi NTB Triwulan I-2025 Kontraksi 2,32 Persen, Begini Penjelasan BPS

Geumerie Ayu • Selasa, 6 Mei 2025 | 14:05 WIB

BERPOTENSI: Pertanian menjadi sektor mengalami peningkatan di tengah kontraksi pertumbuhan ekonomi NTB berdasarkan data BPS NTB, Senin (5/5)
BERPOTENSI: Pertanian menjadi sektor mengalami peningkatan di tengah kontraksi pertumbuhan ekonomi NTB berdasarkan data BPS NTB, Senin (5/5)
LombokPost – Pertumbuhan ekonomi NTB pada Triwulan I-2025 mengalami kontraksi atau penurunan sebesar minus 2,32 persen (qtoq), sedangkan secara tahunan (yoy) mengalami kontraksi sebesar minus 1,47 persen.

Penurunan pertumbuhan ekonomi NTB di Triwulan I-2025 ini, menurut Badan Pusat Statistik (BPS) terjadi lantaran sebagian dari anggaran proyek APBD 2025 belum terealisasi.

Selain itu, penurunan pertumbuhan ekonomi NTB juga karena pengaruh tidak adanya ekspor tambang yang terjadi sejak awal tahun 2025 hingga saat ini.

“Kita maklumi bersama, di Triwulan I-2025 itu belum banyak realisasi anggaran untuk proyek APBD 1 maupun APBD 2. Ini sebagian penyebab dari turunnya angka pertumbuhan ekonomi kita,” jelas Kepala BPS NTB Wahyudin dalam pemaparan data pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2025, Senin (5/5).

“Di samping itu ada juga pengaruh dari tambang tadi,” ujarnya.

Dijelaskan, pada Triwulan I 2025, NTB tidak melakukan ekspor tambang. Hal itu, kata Wahyudin memengaruhi produksi tambang dari Triwulan IV 2024 ke Triwulan I 2025.

Jika dibandingkan Triwulan I 2024, pertumbuhan ekonomi NTB masih mengalami kontraksi sebesar 1,47 persen.

Hal itu disebabkan adanya penurunan yang cukup tajam atau lebih dari 30 persen dari tambang.

“Tambang ini memiliki share yang cukup besar, karena sebelumnya share-nya 20 persen,” sambungnya.

Berkurangnya share tambang ini menjadi salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi NTB mengalami kontraksi, atau minus 1,47 persen (yoy) dan minus 2,32 persen (qtoq) di Triwulan I-2025.

Ekspor Luar Negeri tercatat sebesar USD 17,45 juta pada Triwulan I 2025.

Jumlah ini mengalami penurunan yang cukup dalam dibandingkan dengan Triwulan I 2024 yang tercatat sebesar USD 573,33 Juta.

Meski begitu, hal yang mengembirakan yakni  peningkatan dari sisi pertanian dan perdagangan.

Hal ini yang menyebabkan kontraksi pertumbuhan ekonomi NTB tidak telalu tinggi secara year on year.

Lebih lanjut Wahyudin memaparkan pertumbuhan ekonomi dengan mengeluarkan tambang sebagai salah satu penyumbang share.

Pertumbuhan ekonomi NTB di Triwulan I 2025 mengalami kenaikan sebesar 0,95 persen secara kuartal (qtoq).

“Tapi dibandingkan dengan Triwulan I 2024 secara yoy itu kita naiknya 5,57 persen,”  bebernya.

“Karena tambang kita memiliki share yang besar dan mengalami kontraksi yang cukup tinggi, itu menyebabkan kita mengalami kenaikan 5,57 persen ketika tanpa tambang secara tahunan,” tandasnya. (fer/r6)

Editor : Kimda Farida
#Pertanian #tambang #Ekonomi NTB #kontraksi #penurunan #Triwulan I 2025