Hal tersebut dikarenakan komoditas NTB tersebut memiliki grade yang sangat bagus dan dibutuhkan negara-negara tujuan ekspor selama ini.
Kualitas komoditas NTB seperti udang, tuna, dan vanili terjamin keamanannya ketika dikonsumsi manusia.
Kelebihan komoditas NTB ini merupakan senjata ampuh yang perlu dijaga para pengekspor NTB di tengah kondisi polemik kebijakan tarif impor Amerika Serikat saat ini.
Aspek kesehatan lingkungan produksi komoditas ekspor perlu dijaga agar tidak tercemar.
“Yang saya khawatir Sekotong, misalkan pencemaran merkuri karena tambang emas pasti pakai merkuri. Seperti kasus di Jepang, di Minamata terlalu banyak merkuri,” ujar Kepala BI NTB Berry Arifsyah Harahap.
Orang-orang Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang menginginkan yang terbaik dari segi kesehatan, terlebih mereka memiliki uang untuk membeli hal tersebut.
“Jadi mereka tidak akan berhenti membeli ke kita sepanjang kita bisa menjaga kualitas produksinya dengan baik,” sambungnya.
Dijelaskannya, dari sisi komoditas udang, saingan NTB adalah Ekuador, India, dan Vietnam.
NTB hanya kalah dengan India dikarenakan negara tersebut memiliki posisi yang menguntungkan, karena dekat dengan Amerika.
“Kita lihat lagi Vietnam itu ternyata beban tarifnya lebih tinggi dari Indonesia secara umumnya,” bebernya.
“Vietnam 46 persen dan kita 32 persen, jadi ini menjadi suatu peluang bukan tantangan dengan Vietnam. Kalau dengan India oke lah memang secara tarif beda tipis tapi menang dekatnya,” imbuhnya.
Begitu juga dengan ikan tuna, NTB masih lebih baik dibandingkan Tiongkok dan Papua Nugini.
Tantangannya hanya di Korea Selatan, karena mereka dikenakan tarif hanya 25 persen.
Namun dari segi sumber daya, Indonesia lebih banyak dari Korea Selatan.
“Karena Korea itu kecil zona eksklusif ekonominya, hanya seperempat dari Indonesia, makanya harusnya kita bisa lebih oke,” katanya.
Begitu juga dengan vanili organik NTB, juga memiliki kualitas terbaik.
Vanili organik merupakan sumber daya yang belum ada subtitusinya, sehingga tetap akan dicari importir.
“Makanya ini paling tidak kalau melihat ini, pasar kita tidak akan terganggu,” tandasnya. (fer/r6)
Editor : Siti Aeny Maryam