Program subsidi bunga pinjaman modal untuk UMKM Lombok Utara ini bekerja sama dengan dua bank pembangunan daerah (BPD), yakni Bank NTB Syariah dan Bank BPR NTB.
Secara umum, target utama yang menjadi landasan program subsidi bunga pinjaman modal UMKM di Lombok Utara ini adalah untuk mengentaskan kemiskinan, ketahanan pangan dan pengurangan kemiskinan.
Wabup Kusmalahadi mengatakan, Program Modal Tanpa Bunga sudah berjalan selama tiga tahun terakhir. Berawal dari anggaran Rp 700 juta, kini jumlahnya meningkat menjadi Rp 3 miliar pada tahun ini.
“ Alhamdulillah , Pemda KLU memiliki salah satu program yang sudah berjalan tiga tahun terakhir dan kami akan launching pada hari ini (kemarin, Red), yaitu Program Tanggungan Bunga Pinjaman khususnya bagi UMKM,” ujarnya.
Dijelaskannya, program tanggungan bunga pinjaman dikenal juga sebagai subsidi bunga atau bantuan nol persen.
Program ini bertujuan untuk meringankan bunga pinjaman yang dibebankan perbankan kepada masyarakat.
“Bunga pinjaman tersebut ditanggung Pemkab Lombok, sehingga masyarakat dapat meningkatkan perekonomian mereka dengan lebih mudah dan efisien,” terangnya.
Baca Juga: Warga Masbagik Timur Digegerkan dengan Penemuan Bayi Dalam Tas di Gazebo Masjid
“Tahun ini anggaran kami siapkan sebesar Rp 3 miliar untuk membayar bunga pinjaman bank kepada masyarakat, terutama untuk UMKM,” imbuhnya.
Program ini, kata Kusmalahadi, merupakan bagian dari program 99 hari kerja bupati dan wabup Lombok Utara.
Untuk itu, dirinya mendorong seluruh elemen masyarakat dan OPD untuk terus bersinergi dan berkolaborasi menukseskannya demi kemajuan daerah.
“Pemda tentu berharap dampaknya langsung bisa dirasakan dan dinikmati masyarakat, ini bentuk hadirnya Pemda untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Kadis Koperindag KLU H Haris Nurdin mengatakan, beberapa pelatihan kepada masyarakat telah dilaksanakan untuk mengembangkan UMKM di Lombok Utara.
Di antaranya, pelatihan pengolahan biji mete pada tanggal 21-23 April di Bayan, pelatihan pengolahan kakao atau coklat pada tanggal 24-26 April di Kampung Coklat Senara, dan pelatihan pengolahan kopi pada tanggal 5-7 Mei di PLUT.
“Seluruh kegiatan pelatihan berkolaborasi dengan beberapa OPD sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar, sumber dana dari DAK dan dari APBD,” bebernya.
Baca Juga: Bikin Bangga! Musisi Asal Indonesia Francis Karel Ikut Garap Album Solo Terbaru Jin BTS
Sementara untuk program Program Tanggungan Bunga Pinjaman, bertujuan meningkatkan berbagai aspek UMKM. Mulai dari daya saing, pendapatan, dan lainnya.
“Untuk modal pada tahun 2025 ini, kami mendapat anggaran sebesar Rp 2 miliar dengan 99 persen sudah teralisasi, dan sebanyak 670 lebih masyarakat sudah menirima program ini,” terangnya.
Selain peluncuran Program Tanggungan Bunga Pinjaman, juga dilakukan penyerahan sertifikat pelatihan, sertifikat halal, bantuan alat pengolahan kopi bagi UMKM, dan penyerahan tabungan tanggungan bunga pinjaman BPR Kayangan dan BPR cabang Bayan secara simbolis. (fer/r6)
Editor : Kimda Farida