Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Daging Ayam di NTB Merangkak Naik, Ternyata Gara-Gara Ini

Geumerie Ayu • Jumat, 16 Mei 2025 | 13:03 WIB

Harga Daging Ayam di NTB Merangkak Naik, Ternyata Gara-Gara Ini.
Harga Daging Ayam di NTB Merangkak Naik, Ternyata Gara-Gara Ini.
LombokPost – Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di NTB mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir, yang diduga kuat disebabkan oleh menipisnya pasokan ayam di tingkat peternak.

Pantauan di beberapa pasar besar di Kota Mataram dan sekitarnya, menunjukkan kenaikan harga yang bervariasi. Kenaikannya berkisar antara Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per kilogramnya.

Sebelumnya harga daging ayam ras segar dijual Rp 35.000 hingga Rp 38.000 per kilogram, kini menjadi Rp 37.000 hingga Rp 43.000 per kilogram, tergantung lokasi pasar.

Baca Juga: 21 Atlet Mandalika Inlineskate Raih Medali di Kejuaraan Nasional Sepaturoda Semarang

Kenaikan harga daging ayam ini dikeluhkan para pedagang di pasar karena menurunnya pasokan ayam dari peternak lokal.

”Biasanya saya bisa dapat 50 ekor, sekarang jauh berkurang jadi 25 ekor. Jadi, mau tidak mau harga jual juga harus bertambah sedikit,” ujar Rahman, seorang pedagang daging ayam di Pasar Kebon Roek, Mataram.

Menipisnya pasokan ini diduga disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya, siklus panen ayam yang belum tiba, serta adanya potensi gangguan pada proses distribusi dari peternak ke pasar.

“Informasi dari beberapa peternak, ada kendala dalam pemeliharaan akibat perubahan cuaca yang katanya tidak terjadi,” sambungnya.

Baca Juga: Gregoria Mariska Ungkap Derita Vertigo Parah, Sempat Dilarikan Pakai Ambulans Jelang Piala Sudirman 2025

Kenaikan harga daging ayam ini tentu berdampak pada daya beli masyarakat.

Terutama bagi kalangan rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang menggunakan daging ayam sebagai bahan baku utama.

Beberapa konsumen mulai mengurangi pembelian atau mencari alternatif protein lain yang harganya lebih stabil.

”Biasanya saya beli satu kilogram daging ayam untuk kebutuhan sehari-hari, tapi sekarang harganya naik, jadi saya kurangi jadi setengah kilogram saja,” ujar Susilawati, pembeli di Pasar Mandalika, Bertais.

Baca Juga: Kementerian Hukum Republik Indonesia Temui Menteri dari Malaysia, Supratman Bahas Pembangunan Hukum di ASEAN

Berdasarkan data harga rata-rata bahan pokok di 10 kabupaten dan kota Disdag NTB per 15 Mei 2025, harga daging ayam Rp 39.883 per kilogram.

Harga ini mengalami kenaikan sebesar Rp 133 dibandingkan sebelumnya.

TERJANGKAU: Pedagang daging ayam beku dengan harga lebih murah dalam kegiatan pasar murah, beberapa waktu lalu.
TERJANGKAU: Pedagang daging ayam beku dengan harga lebih murah dalam kegiatan pasar murah, beberapa waktu lalu.

 

Kenaikan tercatat sudah terjadi selama sepekan terakhir.

Pada pekan sebelumnya, di tanggal 8 Mei 2025, harga daging ayam sebesar Rp 38.038, naik menjadi Rp 39.883 per kilogram pada pekan ini.

Artinya ada kenaikan harga rata-rata sebesar Rp 1.845 per kilogram. (fer/r6)

Editor : Kimda Farida
#harga #naik #pasokan menipis #pasar #Mataram #NTB #daging ayam