Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Komunitas Pasar Ikuti Bimtek Pengawasan Pangan Aman BBPOM Mataram

Geumerie Ayu • Senin, 19 Mei 2025 | 12:34 WIB

Komunitas Pasar Ikuti Bimtek Pengawasan Pangan Aman BBPOM Mataram
Komunitas Pasar Ikuti Bimtek Pengawasan Pangan Aman BBPOM Mataram
LombokPost – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) dan penyuluhan bagi komunitas pasar Kota Mataram.

Komunitas pasar ini antara lain, petugas pengelola pasar, paguyuban pasar, dan pedagang pangan siap saji. Ada pula pedagang sayur keliling, hingga staf Dinas Perdagangan Koa Mataram.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran komunitas pasar tentang keamanan pangan, serta berperan aktif dalam pengawasan pangan yang beredar di pasar tradisional.

Baca Juga: Balifoam Nusamegah Rayakan Anniversary Ke-11 di LEM, Banyak Hadiah dan Promo Menarik

Kepala BBPOM Mataram Yosef Dwi Irwan mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian Program Prioritas Nasional (Pro PN) Keamanan Pangan. Diikuti sedikitnya 50 peserta dari komunitas pasar.

“Pasar tradisional sangat strategis karena menjadi salah satu indikator ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Yosef menjelaskan, pasar tradisional juga menjadi ujung tombak keamanan pangan. Alasannya berbagai produk pangan mudah ditemukan di pasar rakyat.

“Harus dipastikan bahwa pangan yang dijual memenuhi aspek mutu dan keamanan,” sambungnya.

Baca Juga: Oknum ASN Lobar yang Kedapatan Nyabu Terancam Diberhentikan Sementara

Berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan, BBPOM Mataram masih menemukan pangan mengandung bahan berbahaya. Seperti kerupuk terigu dan mie basah positif boraks.

Jika dikonsumsi dalam jangka panjang akan mengakibatkan gangguan kesehatan, seperti kerusakan pada hati dan ginjal.

“Selain memastikan bahwa pangan yang dijual bebas dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin b dan methanyl yellow, juga harus dipastikan bebas dari cemaran fisik dan cemaran biologis,” jelasnya.

Sejumlah peserta Bimtek dan penyuluhan bagi komunitas pasar Kota Mataram, yang digelar BBPOM Mataram, pekan lalu.
Sejumlah peserta Bimtek dan penyuluhan bagi komunitas pasar Kota Mataram, yang digelar BBPOM Mataram, pekan lalu.

Lebih lanjut dijelaskan Yosef, Program Komunitas Pasar Aman Berbasis (PPABK) Badan POM sudah dimulai sejak tahun 2014 lalu.

Hal tersebut bertujuan untuk mewujudkan pasar yang bersih, aman, nyaman dan sehat melalui pemberdayaan komunitas pasar.

“Komunitas pasar melakukan pengawasan bahan berbahaya dan pangan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya secara mandiri,” terangnya. 

 Hingga tahun 2024, BBPOM Mataram telah mengintervensi sebanyak 22 pasar di NTB.

Sedangkan di wilayah Kota Mataram, sampai tahun 2024 terdapat lima pasar yang sudah diintervensi.

Baca Juga: Kades Terseret Korupsi Dana Desa, Perangkat Desa Jakem Belum Gajian Lima Bulan

Di antaranya, Pasar ACC, Pasar Dasan Agung, Pasar Cakranegara, Pasar Mandalika, dan Pasar Pagesangan. “Tahun 2025 kami akan mengintervensi Pasar Perumnas,” katanya.

Jika pasarnya aman dan nyaman, maka konsumen juga semakin banyak berbelanja. Hal ini tentu akan berdampak baik pada meningkatnya omzet para pedagang.

“Kita semua harus mengambil peran untuk mewujudkan ketersediaan pangan yang aman dan sehat” tandasnya. (fer/r6)

Editor : Kimda Farida
#Kota Mataram #pengelola pasar #pangan aman #pengawasan pangan #paguyuban pasar #BBPOM Mataram #komunitas pasar