Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Koalisi Ojol Nasional Tolak Unjuk Rasa 20 Mei 2025: Stop Politisasi Ojol

Geumerie Ayu • Selasa, 20 Mei 2025 | 06:50 WIB

Koalisi Ojol Nasional Tolak Unjuk Rasa 20 Mei 2025
Koalisi Ojol Nasional Tolak Unjuk Rasa 20 Mei 2025
LombokPost – Menanggapi  rencana unjuk rasa yang akan digelar di DPR dan Kementerian Perhubungan hari ini (20/5) oleh pihak yang mengklaim diri sebagai pembela kepentingan ojek online, Koalisi Ojol Nasional (KON) melalui Ketua Presidiumnya, Andi Kristyanto, menyampalkan tanggapan resmi.

Andi menegaskan bahwa hak menyampaikan pendapat dijamin oleh Pasal 28 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Setiap warga negara berhak mengemukakan pendapat secara lisan, tulisan, atau melali cara lain yang diperbolehkan undang-undang, termasuk unjuk rasa.

Namun menurut Andi , aksi unjuk rasa harus dilakukan dengan cara yang benar, santun, dan tidak memaksakan kepentingan pribadi atau kelompok.

Lebih lanjut, Andi mengingatkan seluruh pekerja Ojol untuk mencermati motif di balik ajakan unjuk rasa tersebut. Menurutnya, penting untuk memastikan apakah aksi ini benar-benar lahir dari aspirasi Ojol atau justru dimanfaatkan oleh kepentingan tertentu.

“Kami menghimbau rekan-rekan Ojol tidak terjebak pada agenda yang menyesatkan. Jika ada metode aksi yang merugikan, seperti pemaksaan offbid dan sweeping keras, hal itu harus ditolak karena malah merugikan Ojol” ujar Andi, Sabtu (17/5).

Pengemudi Ojol yang tergabung dalam Koalisi Ojol Nasional (KON) menolak aksi demo yang mengatasnamakan Ojol pada Selasa 20 Mei 2025.
Pengemudi Ojol yang tergabung dalam Koalisi Ojol Nasional (KON) menolak aksi demo yang mengatasnamakan Ojol pada Selasa 20 Mei 2025.

Andi juga menyoroti dugaan politisasi isu Ojol oleh oknum yang mengaku sebagai pembela hak-hak Ojol. la mengkritik pihak yang sebelumnya mendesak tunjangan hari raya (THR) tanpa mempertimbangkan realitas teknis, sehingga justru memicu kebijakan aplikator yang semakin memberatkan Ojol.

Baca Juga: Prodi Bisnis Digital UBG Kembangkan Aplikasi E-Commerce dan Ojek Daring

 "Mereka yang menjadi sumber kegaduhan ini kini berlagak pahlawan dengan mendorong Ojol melakukan unjuk rasa di jalanan," sambungnya.

Karena itu, Koalisi Ojol Nasional meminta seluruh Ojol dan komunitas Ojol untuk berhati-nati dalam menyikapi ajakan unjuk rasa yang berasal dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

 "Kami berharap kawan kawan ojol menolak ajakan unjuk rasa dari mereka, kami tegaskan jangan ada politisasi ojol!" tegasnya. (fer)

Editor : Siti Aeny Maryam
#kon #Unjuk Rasa #politisasi #Tolak #ojol #Koalisi Ojol Nasional