Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

IKA Unram Jabodetabek Kawal Bank NTB Syariah: Dorong Transformasi Menuju Bank Kebanggaan NTB!

Kimda Farida • Senin, 26 Mei 2025 | 08:33 WIB
SAMPAIKAN GAGASAN : Webinar nasional yang dilaksakanan IKA Unram Jabodetabek, Minggu (25/5), diikuti seratusan lebih peserta dan dibuka langsung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (Farida/Lombok Post)
SAMPAIKAN GAGASAN : Webinar nasional yang dilaksakanan IKA Unram Jabodetabek, Minggu (25/5), diikuti seratusan lebih peserta dan dibuka langsung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (Farida/Lombok Post)

LombokPost--Masa depan Bank NTB Syariah menjadi sorotan utama Ikatan Alumni Universitas Mataram (IKA Unram) wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Melalui webinar nasional yang sukses digelar Minggu (25/5), IKA Unram Jabodetabek aktif mendorong perbaikan signifikan dalam tata kelola bank plat merah kebanggaan Bumi Gora ini.

"Kami merasa terpanggil untuk berkontribusi memajukan Bank NTB Syariah, terutama dengan melihat berbagai persoalan yang sempat menimpa bank ini, mulai dari gangguan IT hingga tata kelola," ujar Ketua IKA Unram Jabodetabek, Willgo Zainar.

Baca Juga: IKA Unram Jabodetabek Gelar Webinar Nasional Gratis untuk Umum, Bahas Masa Depan Perbankan Syariah di Indonesia

Webinar nasional bertajuk "Membangun Masa Depan Perbankan Syariah: Pelajaran dari Dinamika Bank NTB Syariah" ini bertujuan besar: mendorong Bank NTB Syariah menjadi institusi finansial yang besar, cepat tumbuh, dan berkembang pesat di masa mendatang.

Sinergi Alumni Berkompeten untuk Kemajuan Bank NTB Syariah

Acara ini menghadirkan para alumni Unram yang kini menjadi tokoh nasional dan praktisi ternama: M. Chairul Imran (Pengamat Ekonomi), Nurdin Ranggabarani (Tokoh Publik NTB), Prof. Dr. H. Zainal Asikin (Guru Besar Hukum Perbankan Unram), dan Prof. Mansur Afifi (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unram).

Diskusi semakin hidup dipandu oleh Zikril Hakim, seorang banker yang sukses berkarir di Jakarta.

Willgo Zainar menegaskan, webinar ini merupakan wujud moral obligation IKA Unram Jabodetabek terhadap pembangunan NTB secara umum, dan khususnya bagi Bank NTB Syariah sebagai entitas bisnis milik daerah.

Baca Juga: Tim Pansel Bank NTB Syariah Minta Calon Direksi dan Komisaris Wajib Pahami Kearifan Lokal

Bank ini adalah aset berharga yang harus dijaga dan dikembangkan demi kesejahteraan masyarakat NTB.

Dukungan Penuh Gubernur NTB untuk Pemulihan Bank NTB Syariah

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, turut memberikan apresiasi tinggi sebagai keynote speaker.

Beliau mengajak semua pihak untuk belajar dari dinamika yang terjadi di Bank NTB Syariah dan mencari solusi terbaik ke depan.

BaBaca Juga: Direksi dan Komisaris Bank NTB Syariah Harus Selaras Memajukan Bank Kebanggaan Warga Bumigora

"Pilihannya hanya satu: memperbaiki kondisi sekarang tanpa menoleh ke belakang. Memang ini pilihan yang tidak mudah," kata Gubernur Iqbal.

Beliau mengakui bahwa Bank NTB Syariah memiliki "pekerjaan rumah" untuk mengembalikan kepercayaan pemegang saham, nasabah, dan masyarakat.

Gubernur Iqbal juga memohon doa dan dukungan agar Bank NTB Syariah benar-benar menjadi kebanggaan seluruh warga NTB secara substantif.

Potensi pengembangan ekonomi syariah, menurut mantan Dubes RI untuk Turki ini, masih sangat besar di tengah ketidakpastian ekonomi global, karena bank syariah mampu memberikan kepastian bagi sektor usaha.

Baca Juga: Seleksi Ketat Jajaran Komisaris dan Direksi Bank NTB Syariah, Pastikan Profesional dan Proposional

Gubernur berharap Bank NTB Syariah bisa menjadi bank yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

"Saat ini, 80 persen kredit Bank NTB Syariah masih terserap PNS, dan hanya 20 persen untuk pemberdayaan masyarakat. Kami akan berupaya agar porsi kredit UMKM semakin meningkat," janji Gubernur Iqbal.

Analisis Mendalam dari Para Pakar: Tantangan dan Solusi

Prof. Zainal Asikin mengupas tuntas problem hukum Bank NTB Syariah, menegaskan pentingnya prinsip good corporate governance.

Beliau mengapresiasi langkah Gubernur yang melakukan perombakan kepengurusan, dengan harapan pengurus terpilih independen dan bebas intervensi.

Pengamat ekonomi, M. Chairul Imran, menyoroti bahwa meskipun aset Bank NTB Syariah mencapai Rp 16 triliun lebih, pertumbuhannya masih dalam "ruang kecil" dibanding bank daerah lain.

Baca Juga: Temui Khofifah, Iqbal Bahas Penguatan Kerjasama Bank NTB Syariah dengan Bank Jatim

Ia pun salut dengan keberanian Gubernur merombak pengurus, berharap pengurus baru profesional, akuntabel, dan transparan dalam laporan keuangan.

"Bila perlu dibuatkan pakta integritas bagi pengurus baru, disaksikan gubernur dan pemangku kepentingan termasuk media," sarannya.

Imran juga berpesan agar manajemen Bank NTB Syariah tidak cepat berpuas diri, harus lebih mengoptimalkan aset, dan komisaris terpilih diharapkan aktif dalam pengawasan.

Sementara itu, Prof. Mansur Afifi memberikan pandangan yang lebih seimbang.

Kinerja Bank NTB Syariah dinilainya tidak sepenuhnya buruk, bahkan memiliki catatan lebih baik dari beberapa bank daerah lain, seperti Bank NTT.

Ia mengakui, persoalan kredit macet dan gangguan IT bukan hanya menimpa Bank NTB Syariah, namun juga bank-bank besar lainnya.

"Dari kategori manajemen risiko, Bank NTB Syariah masuk kategori baik," tegasnya.

Prof. Mansur optimistis nasabah Bank NTB Syariah yang sudah mencapai 1 juta lebih berpotensi tumbuh, dengan kunci pada digitalisasi dan inovasi untuk memperluas pasar.

Terakhir, tokoh publik Nurdin Ranggabarani berharap Bank NTB Syariah mampu mewujudkan cita-cita Gubernur untuk memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat, terutama melalui peningkatan porsi pembiayaan UMKM.

Baca Juga: Lulus 10 Besar Calon Komisaris Independen Bank NTB Syariah, Berikut Nama-namanya

IKA Unram Jabodetabek akan terus mengawal dan mendukung transformasi Bank NTB Syariah menuju masa depan yang lebih gemilang, sebagai kebanggaan masyarakat NTB. ****

 
Editor : Kimda Farida
#Gubernur NTB #Bank NTB Syariah #IKA Unram Jabodetabek