Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

DARURAT! Harga Emas Dunia Anjlok dan Hancur Lebur, Jadi Kesempatan Beli Logam Mulia Sebanyak-banyaknya

Fratama P. • Rabu, 11 Juni 2025 | 20:30 WIB
Harga emas dunia anjlok
Harga emas dunia anjlok

LombokPost - Harga emas saat ini mengalami perubahan terus menerus setiap harinya.

Bahkan beberapa kali harga emas anjlok disaat membaiknya data tenaga kerja Amerika Serikat (AS).

Selain itu, harga emas juga sempat mengalami penurunan saat adanya rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping.

Harga emas beberapa waktu yang lalu sempat ambruk hingga 1,3% dan menyentuh angka US$ 3.309,67 per troy ons pada Jum’at (6/6).

Ambruknya harga emas beberapa waktu yang lalu membuat harga anjlok memanjang dan menjadi 2 hari.

Bahkan jika dilihat sesuai data, untuk beberapa waktu yang lalu, harga emas dunia jatuh 1,95%.

Pada Jum’at lalu juga, harga emas menjadi yang paling anjlok karena berada di angka yang cukup rendah.

Namun beberapa waktu ini, harga emas kembali menguat 0,62% selama satu pekan terakhir.

Penguatan dalam sepekan ini menjadi kabar baik setelah harga emas terpuruk 2,02% pada pekan sebelumnya.

Harga emas anjlok setelah laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS mengungkapkan bahwa non-farm payrolls meningkat 139.000 pada bulan Mei, mengungguli perkiraan kenaikan 130.000. Tingkat pengangguran mencapai 4,2%, sesuai dengan yang diperkirakan. 

"Data yang sesuai perkiraan bersifat negatif bagi emas karena mengisyaratkan The Fed kemungkinan akan menahan suku bunga sedikit lebih lama," ujar analis Marex, Edward Meir, kepada Reuters. 

Para pelaku pasar memprediksi bahwa The Fed akan mengurangi suku bunga pada bulan September, dengan hanya satu penurunan tambahan hingga Desember. 

Pelaku mulai mengurangi posisi yang berjudi pada tiga kali penurunan suku bunga sepanjang tahun ini. 

Emas juga sudah dianggap sebagai pelindung dari inflasi dan ketidakpastian politik global selama ini.

Namun suku bunga yang meningkat mengurangi daya tarik emas batangan karena tidak menghasilkan imbal hasil. 

Perbaikan data ketenagakerjaan ini mendorong kenaikan nilai dolar dan imbal hasil obligasi AS. 

Indeks dolar berakhir di angka 99,19 pada sesi perdagangan minggu ini, atau yang tertinggi dalam lima hari terakhir. 

Imbal hasil US Treasury turut menguat, dengan tenor 10 tahun melesat menjadi 4,5% atau yang tertinggi sejak 27 Mei 2025. 

Kenaikan dolar menjadikan emas kurang menarik akibat meningkatnya biaya konversi pembelian emas dalam dolar AS. 

Emas juga tidak memberikan imbal hasil, sehingga meningkatnya imbal hasil US Treasury menurunkan daya tarik emas. 

Selain informasi ketenagakerjaan, rencana negosiasi AS-China juga menekan harga emas.

Logam mulia dipandang sebagai investasi yang aman yang diminati di tengah ketidakpastian global. 

Dengan adanya rencana negosiasi, tekanan pun sedikit berkurang sehingga memungkinkan kenaikan harga emas.

Dalam sektor kebijakan perdagangan, belum ada kepastian setelah percakapan telepon yang sangat ditunggu-tunggu antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada hari Kamis. 

"Ini negosiasi yang sangat sulit dan tidak akan selesai hanya lewat telepon. Jika berita tarif berubah negatif, itu akan mendukung emas," kata Meir. 

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dan dua pejabat senior pemerintahan Trump yang lain akan bertemu dengan delegasi China di London pada hari Senin untuk meneruskan diskusi perdagangan, menurut pernyataan dari Presiden Donald Trump. 

Bessent, yang memimpin inisiatif pemerintah dalam menyusun perjanjian perdagangan dengan Beijing, akan didampingi oleh Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer, kata Trump. 

"Pertemuan ini seharusnya berjalan sangat baik. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap hal ini!" 

Trump sebelumnya telah mengungkapkan bahwa pembicaraan dagang lanjutan direncanakan, setelah ia melakukan panggilan telepon panjang dengan Presiden China Xi Jinping pada Kamis.

Pengumuman jadwal ini muncul di tengah ketegangan perdagangan yang masih berlangsung antara AS dan Tiongkok, yang telah saling bersitegang dalam perang dagang yang berisiko menekan kedua kekuatan ekonomi besar tersebut.

Kedua negara yang total nilai perdagangannya mencapai US$582 miliar tahun lalu sempat menurunkan sebagian besar tarif atas barang masing-masing setelah tercapainya kemajuan dalam pembicaraan bilateral di Jenewa, Swiss, bulan lalu.

Namun, sejak saat itu, China telah berulang kali menuduh AS menggagalkan kemajuan yang telah dicapai.

Hubungan antara China dan AS tentunya secara langsung dapat mempengaruhi harga emas dunia.

Dan untuk saat ini, harga emas kembali ke posisi aman sehingga menjadi peluang untuk membeli atau menjual logam mulia.***

Editor : Fratama P.
#harga emas #xi jinping #as #trump #China