LombokPost-Penginapan bergaya boutique retreat hotel dengan fasilitas olahraga internasional segera hadir di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Pujut, Lombok Tengah (Loteng).
Nilai investasi sebesar Rp 30 miliar yang dibangun di atas lahan seluas satu hektare ini akan menjadi pusat komunitas dan lifestyle dalam satu kawasan terpadu.
Diantaranya, 38 kamar penginapan, tiga lapangan padel (tenis dayung) dan satu lapangan basket bertaraf internasional. Ini diharapkan menjadi daya tarik bagi wisatawan dan komunitas olahraga di KEK Mandalika.
Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporatioan (ITDC) Ari Respati menyampaikan, penambahan fasilitas di Mandalika sudah dirancang sejak lama yang bertujuan menunjukkan peran ITDC dalam mendorong perkembangan dan kemajuan pariwisata, sporttourism dan entertainment di KEK Mandalika, NTB, Indonesia.
“Kami juga berupaya untuk menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya,” ungkap Direktur Utama ITDC Ari Respati usai peletakan batu pertama pembangunan hotel dan fasilitas olahraga Bale Seccha dan Seccha Club di KEK Mandalika, Kuta, Pujut, Loteng, Jumat (20/6).
Ari menegaskan, hadirnya Bale Seccha dan Seccha Club menjadi fasilitas publik diharapkan bisa dimanfaatkan oleh siapa pun. Serta menjadi ajang kaula muda berkumpul dan berolahraga positif sekaligus berwisata.
“Kami sangat bangga juga brand ini lahirnya di Mandalika, dan menjadi brand yang bisa dikomersialkan kemana saja, belakangan cukup banyak investor yang menanyakan hal ini pada kami. Artinya fasilitas ini adalah hal yang baru dan menyegarkan,” kata dia.
Tidak hanya hotel dan fasilitas olahraga, kata Ari, pihaknya sedang merancang konsep sekolah namun tidak dilakukan sekarang.
ITDC masih memerlukan waktu, seperti hadirnya Bale Seccha dan Seccha Club yang sudah dirancang sejak tahun 2023 lalu.
Bertambahnya puluhan kamar hotel ini diharapkan dapat mendukung segala event olahraga yang kian bertumbuh di Sirkuit Internasional Mandalika.
Ari akui, ketersediaan kamar hotel di Mandalika masih kurang, sebab itu ITDC mencoba hadirkan konsep hotel yang berbeda.
“Kalau hotel bintang lima sudah ada Pullman Lombok, dan kenapa bangun 38 kamar ini sebagai babak pertama dulu apakah mendapat respon yang baik dari wisatawan atau tidak. Ketersediaan lahan kami juga masih cukup banyak,” kata Ari.
Alasan ITDC menghadirkan lapangan padel dan basket internasional, sambungnya, karena jumlahnya masih terbatas di Pulau Lombok.
Sehingga menjadi kesempatan bagi ITDC untuk meramaikan menghadirkan lapangan padel dan basket bertaraf internasional.
“Kami melihat fasilitas ini akan membawa keramaian yang sangat baik, komunitasnya banyak,” tukasnya.
Direktur Operasi ITDC Wenda R Nabiel menyampaikan, Bale Seccha ini memiliki 38 kamar. Dari jumlah itu ada delapan kamar sudah jadi dan beroperasi.
Kamar ini hanya bisa dipesan melalui ecommerce. Sedangkan Seccha Club sebagai wadah komunitas olahraga padel dan basket yang lebih dinamis untuk kaula muda.
“Kami targetkan Seccha Club ini sudah hadir dan beroperasi sebelum gelaran ajang MotoGP 2025, sehingga bisa melakukan aktifitas disni bersama para pembalap MotoGP nantinya,” sambungnya.
Uniknya, interior kamar hotel ini sekitar 30 persen memakai furniture go green dimana ITDC bekerjasama dengan sejumlah vendor lokal. Bahan yang dipakai adalah sampah plastik yang didaur ulang menjadi furniture.
“Ini bentuk nyata kami wujdukan greentourism, sebuah akomodasi, fasilitas yang dinamis menggunakan furniture di dalamnya yang go green,” kata Wenda.
Penggunaan kata Seccha artinya suka, bahagia dan senang.
Sehingga hadirnya Bale Seccha dan Seccha Club bisa memberikan kebahagiaan, kesenangan kepada wisatawan domestik, internasional yang ingin memanfaatkan fasilitas ini nantinya.
“Berlokasi disamping Raja Kuta Hotel atau Bazaar Mandalika sangat strategis ya, apalagi perkembangan Kuta lama kian meningkat, sehingga kita ingin menciptakan keramaian baru di kawasan timur Mandalika,” tutup Wenda.
Editor : Siti Aeny Maryam