Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Baru Jalan 20 Minggu, Danantara Kelola 889 BUMN demi Wujudkan Sovereign Fund Kelas Dunia

Alfian Yusni • Senin, 23 Juni 2025 | 12:40 WIB
Chief Officer BPI Danantara, Pandu Patra Sjahrir. (istimewa)
Chief Officer BPI Danantara, Pandu Patra Sjahrir. (istimewa)

LombokPostBadan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara terus menjadi sorotan. Baru berjalan 20 minggu, badan ini sudah mengelola 889 perusahaan BUMN.

Targetnya jelas: menjadikan Danantara sebagai sovereign fund kelas dunia yang bisa bersaing dengan Temasek milik Singapura.

Chief Officer BPI Danantara, Pandu Patra Sjahrir, mengungkapkan, Danantara mengatur dua jenis holding: operasional dan investment.

"Kami kelola operasional 889 BUMN dengan kepemilikan hampir 100 persen. Dividen yang dihasilkan dialirkan ke investment holding dan akan diputar kembali untuk investasi, baik di dalam maupun luar negeri," ujar Pandu dalam forum bisnis bertajuk "Prospek Danantara Menuju Sovereign Fund Bertaraf Dunia" yang digelar President Club.

Pandu menegaskan, Danantara lahir untuk mendukung visi Presiden Prabowo Subianto, dengan menekankan good governance, meritokrasi, dan penempatan talenta terbaik BUMN, termasuk di perusahaan besar seperti Pertamina dan Telkom.

“Memang kami sering dibandingkan dengan Temasek yang sudah berdiri 50 tahun, sementara Danantara baru 20 minggu. Tapi kami punya semangat besar dan fokus pada perekrutan talenta global lewat headhunter,” imbuh Pandu.

Langkah berani Danantara juga mendapat sambutan positif dari U. Saefudin Noer, penulis buku Fenomena Sovereign Wealth Fund.

Menurutnya, pendekatan profesional Danantara adalah sinyal kuat untuk meningkatkan kepercayaan investor global.

"Model bisnis Danantara, rekrutmen SDM global, dan keterbukaan terhadap masukan berbagai pihak adalah kombinasi penting menuju sovereign fund bertaraf dunia," ujarnya.

Lebih lanjut, Saefudin menjelaskan model sovereign fund di dunia terbagi dua: model terpusat seperti Arab Saudi dan model terdistribusi seperti Singapura yang mengandalkan Temasek, GIC, dan Monetary Authority of Singapore (MAS). Danantara bisa belajar dari keduanya.

 

Sementara itu, Executive Director President Club, Chandra Setiawan, menyebutkan bahwa keberhasilan Danantara ditentukan oleh dua faktor utama: governance yang kuat dan kualitas SDM unggulan.

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dan profesionalisme dalam investasi, terutama di sektor prioritas seperti infrastruktur dan energi terbarukan.

“Forum ini membuka mata soal potensi Danantara dalam mengelola aset negara secara efisien dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Ini bagian dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045,” kata Chandra.

Sebagai informasi, President Club adalah komunitas elite yang terdiri dari pengusaha, akademisi, dan pejabat pemerintahan yang berdiri sejak 2011.

Mereka rutin menggelar diskusi bulanan untuk memperluas jejaring dan mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Acara tersebut dihadiri sekitar 300 peserta, termasuk pelaku usaha dan akademisi yang menyimak langsung pemaparan soal peran Danantara sebagai sovereign fund baru andalan Indonesia. (***)

Editor : Alfian Yusni
#sovereign fund #Danantara #kelas dunia