Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Startup Inggris Ini Dapat Rp29 M Demi Tempe! Tiba Tempeh Siap Kuasai Pasar Dunia

Alfian Yusni • Kamis, 3 Juli 2025 | 13:17 WIB
Tiba Tempeh, startup Inggris yang didirikan oleh pasangan Ross dan Alexandra Longton. (Foto: instagram)
Tiba Tempeh, startup Inggris yang didirikan oleh pasangan Ross dan Alexandra Longton. (Foto: instagram)

LombokPost - Kabar menggembirakan datang dari dunia kuliner berbasis nabati. Tiba Tempeh, startup Inggris yang didirikan oleh pasangan Ross dan Alexandra Longton, sukses mengantongi pendanaan sebesar £1,1 juta atau sekitar Rp29 miliar.

Pendanaan ini digunakan untuk memperluas ekspansi produk tempe ke pasar global.

Dana segar ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Tiba Tempeh sebagai pelopor tempe modern yang siap merajai pasar makanan sehat dunia.

Dengan menjual produk tempe dalam bentuk blok, cincangan, dan potongan berbumbu siap masak, Tiba Tempeh menawarkan solusi makanan sehat, rendah proses, dan berbasis protein nabati yang kini makin diminati di kalangan konsumen Eropa.

Tak main-main, startup Inggris ini mencatat pertumbuhan penjualan fantastis, mencapai 736% dalam 12 bulan terakhir, dan kini menjadi brand meat-free dengan pertumbuhan tercepat di Inggris, dengan total nilai penjualan mencapai £1,2 juta.

Pendanaan ini dipimpin oleh Maven Capital Partners melalui Northern Powerhouse Investment Fund II, dengan dukungan dari British Business Bank dan Perfect Redd, sayap investasi dari perusahaan makanan ternama Samworth Brothers.

Photo
Photo

Langkah ini mempertegas posisi Tiba Tempeh sebagai startup yang disegani di tengah tren makanan sehat dan minim olahan.

"Konsumen Eropa kini sangat peduli dengan makanan yang alami dan tidak melalui proses berlebihan. Tempe adalah jawaban dari kebutuhan itu," ujar Ross Longton, Co-Founder Tiba Tempeh, dikutip dari laman resmi perusahaan.

Popularitas tempe memang kian melesat secara global. Menurut laporan EIT Food 2023, sebanyak 65% konsumen Eropa menyatakan kekhawatirannya terhadap makanan ultra-proses, sehingga mencari alternatif seperti produk nabati alami yang ditawarkan oleh Tiba Tempeh.

 

Sementara itu, berdasarkan Tempeh Global Industry Report 2025, pasar tempe dunia mencapai nilai US$4,7 miliar pada 2024, dan diproyeksikan tumbuh menjadi US$6,3 miliar pada 2030.

Produk Tiba Tempeh kini telah tersedia di sejumlah jaringan supermarket besar di Inggris seperti Sainsbury’s, Morrisons, dan Ocado, serta mulai menembus pasar Eropa seperti Perancis dan Spanyol, termasuk di gerai Carrefour dan Leclerc.

 Tak berhenti di sana, mereka juga tengah menyiapkan peluncuran varian baru pada 2025 untuk memperluas portofolio dan memperkuat posisi di pasar internasional.

Dengan strategi bisnis agresif dan produk yang menjawab keresahan pasar akan makanan ultra-proses, Tiba Tempeh tidak hanya membawa nama tempe ke panggung dunia, tetapi juga membuka babak baru dalam sejarah produk nabati sebagai solusi pangan masa depan.

Dalam dunia yang semakin sadar kesehatan dan keberlanjutan, tempe bukan lagi sekadar makanan tradisional, melainkan menjadi ikon protein nabati global.

Dan Tiba Tempeh, startup Inggris yang menjadikan tempe sebagai senjata utama, kini bersiap menoreh sejarah di pasar dunia. (***)

Editor : Alfian Yusni
#startup Inggris #Tempe #Tiba Tempeh #produk tempe #pelopor tempe modern