Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Investasi Pasar Modal Kini Semudah Menggenggam Ponsel

Geumerie Ayu • Minggu, 20 Juli 2025 | 20:08 WIB

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
LombokPost – Arus kehidupan kian dinamis, kesadaran pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak semakin meningkat.

Investasi, khususnya di pasar modal menjadi salah satu kendaraan paling potensial untuk mencapai posisi finasial impian.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB Gusti Bagus Ngurah Putra Sandiana menjelaskan, bagi sebagian orang pasar modal mungkin terdengar asing.

Gambaran grafik rumit, jargon keuangan yang membingungkan, dan risiko kehilangan uang seringkali membuat banyak calon investor mundur.

“Padahal, kini, berinvestasi di pasar modal justru lebih mudah dan inklusif berkat transpormasi digital,” ujarnya, kemarin (18/7).

Dijelaskannya, pasar modal merupakan tempat bertemunya pihak yang memiliki dana (investor) dengan pihak yang membutuhkan dana (emiten atau perusahaan tercatat).

Di Indonesia, aktivitas ini diawasi ketat OJK dan difasilitasi melalui BEI.

“Melalui pasar modal, anda bisa menjadi bagian dari pertumbuhan perusahaan-perusahaan besar, mulai dari perbankan, teknologi, ritel, hingga energi,” jelasnya.

Investasi pasar modal kini semudah menggenggam ponsel
Investasi pasar modal kini semudah menggenggam ponsel

“Ketika anda membeli saham, anda bukan hanya menaruh uang, tetapi juga turut memiliki sebagian kecil dari perusahaan tersebut,” sambung Sandiana.

Lebih lanjut, potensi imbal hasil yang lebih tinggi menjadi daya tarik utama pasar modal.

Namun, perlu diingat, pasar modal bukan jalan pintas menuju kaya mendadak.

Pasar modal merupakan kendaraan yang cocok untuk tujuan jangka panjang.

Seperti dana pensiun, biaya pendidikan anak, atau membeli rumah dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.

“Asalkan digunakan dengan disiplin,” katanya.

Semua investasi tentu saja memiliki risiko.

Harga saham bisa naik-turun, dan nilai aset bisa berfluktuasi.

Namun, risiko ini dapat dikelola dengan menerapkan diversifikasi sebagai prinsip utama.

“Jangan menaruh semua telur di satu keranjang, tempatkan dana anda pada berbagai jenis aset, sektor, dan perusahaan untuk mengurangi dampak kerugian,” terangnya.

Pasar modal saat ini mudah diakses berkat digitalisasi.

Menjadikan pasar modal arena yang inklusif atau terbuka bagi siapa saja.

Bahkan bagi seorang mahasiswa di kamar kosnya atau pekerja lepas yang sedang menyeruput kopi di kafe.

Proses pembelian saham pasar modal pun sama mudahnya.

Hanya hitungan menit saja, registrasi pembukaan rekening efek cukup dilakukan daring melalui aplikasi investasi di ponsel.

“Verifikasi identitas via video call atau unggahan KTP dan NPWP, dan dana bisa ditransfer langsung dari m-banking,” jelasnya.

Bukan hanya transaksi, seluruh ekosistem pasar modal juga kini tersedia dalam satu genggaman.

Mulai dari pemantauan harga saham real-time, penilaian kinerja perusahaan, hingga analisis tren industri.

“Aplikasi investasi modern bahkan dilengkapi notifikasi berita terkini, edukasi harian, rekomendasi saham, hingga fitur belajar sambil bermain,” tandasnya.

 

Editor : Siti Aeny Maryam
#investasi #pasar modal #mudah #bursa efek indonesia (bei)