Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Fornas 2025 Bukan Ajang Aji Mumpung, Pengusaha Wajib Jaga Stabilitas Harga

Geumerie Ayu • Sabtu, 26 Juli 2025 | 11:58 WIB

Fornas 2025 bukan ajang aji mumpung, pengusaha wajib jaga stabilitas harga
Fornas 2025 bukan ajang aji mumpung, pengusaha wajib jaga stabilitas harga
LombokPost – Event Fornas VIII 2025 yang berlangsung 26 Juli hingga 1 Agustus berpotensi memberi multiplier effect pada pelaku usaha berbagai sektor.

Meski begitu, pelaku usaha diminta untuk menjaga stabilitas harga selama event tersebut berlangsung.

Pj Sekda NTB Lalu Mohamad Faozal mengatakan dampak Fornas VIII akan sangat terasa bagi sektor UMKM, jasa akomodasi, transportasi, industri kreatif, hingga kuliner.

“Hotel-hotel di Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Tengah yang menjadi venue acara bakalan penuh, belum lagi kuliner, jasa akomodasi dan lainnya,” ujarnya.

Namun demikian, dirinya mengimbau para pengelola hotel, restoran, dan pelaku usaha jasa lainnya menjaga stabilitas harga selama pelaksanaan kegiatan.

Hal ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Bukan malah aji mumpung, dan menaikkan harga seenaknya. Mantan kepala Dispar NTB ini berharap kerja sama semua pihak dalam menyukseskan Fornas VIII.

“Seperti arahan Pak gubernur, dilarang menaikkan tarif penginapan. Event ini diharapkan mampu menghasilkan dampak ekonomi di setiap kabupaten yang menjadi lokasi event," tandasnya.

FORNAS VIII NTB 2025 bukan sekadar ajang adu bakat olahraga masyarakat. Sejak H-10, gelora ekonomi terasa nyata, terutama bagi sektor perhotelan
FORNAS VIII NTB 2025 bukan sekadar ajang adu bakat olahraga masyarakat. Sejak H-10, gelora ekonomi terasa nyata, terutama bagi sektor perhotelan

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sepakat Fornas VIII merupakan momentum penting bagi pelaku usaha.

Menaikkan harga secara tidak wajar dapat merugikan peserta maupun wisatawan, bahkan nama daerah juga akan tercoreng.

“Kita sama-sama membangun citra positif, termasuk dalam hal harga hotel agar tidak dinaikkan. Ini penting untuk memberikan kesan baik bagi kota kita,” ujarnya.

Dirinya menyadari jika peningkatan jumlah wisatawan dan peserta Fornas VIII dapat memengaruhi harga barang dan jasa di pasar.

Apalagi Mataram, sebagai salah satu titik utama penyelenggaraan dan penginapan, diproyeksikan menampung banyak tamu.

Baik dari kalangan atlet dan pegiat olahraga, official, maupun wisatawan.

“Kami mendorong para pengusaha untuk bersikap profesional dan menjadikan Fornas ini sebagai momentum promosi,” terangnya.

“Jika pelayanan baik dan harga tetap wajar, justru akan menarik lebih banyak tamu di masa mendatang,” pungkasnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Fornas VIII 2025 #stabilitas harga #akomodasi #pelaku usaha #Hotel #restoran