Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lama Menginap Wisatawan di Hotel NTB Menurun

Geumerie Ayu • Sabtu, 9 Agustus 2025 | 13:09 WIB

Salah satu hotel berbintang di Kota Mataram
Salah satu hotel berbintang di Kota Mataram
LombokPost – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di NTB pada Juni 2025 meningkat dibandingkan sebelumnya.

Namun sayangnya terjadi tren penurunan rata-rata lama menginap wisatawan.

Hal ini tentu saja menjadi sinyal penngingat bagi pelaku industri pariwisata.

Butuh rumus berbeda dalam langkah menambah lama menginap wisatawan yang datang ke NTB.

Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan, rata-rata lama menginap tamu hotel bintang Juni 2025 1,88 hari.

 Jumlah ini menurun 0,05 hari dari Mei 2025 sebesar 1.93 hari.

Sedangkan rata-rata lama menginap di hotel non bintang turun 0,06 hari.

“Yakni dari 1,63 hari menjadi 1,56 hari,” ujarnya.

Penurunan lama tinggal ini kontras dengan peningkatan okupansi hotel.

TPK hotel bintang naik 2,35 poin menjadi 41,10 persen.

Sedangkan hotel non bintang naik 1,70 poin menjadi 33,43 persen dibandingkan bulan Mei 2025.

Jumlah tamu meningkat, di Hotel Bintang, tercatat 110.404 orang.

Di antaranya, 61.698 orang tamu dalam negeri atau 55,88 persen dan 48.706 orang tamu luar negeri atau 44,12 persen.

Di Hotel Non Bintang, tercatat 136.942 orang.

Di antaranya, 56.606 orang tamu dalam negeri atau 41,34 persen, dan 80.336 orang tamu luar negeri atau 58,66 persen.

Tingginya tingkat hunian tidak diikuti dengan durasi menginap yang panjang.

Artinya, banyak wisatawan hanya tinggal sebentar dan segera berpindah atau kembali ke daerahnya.

“Ini perlu jadi perhatian, karena durasi tinggal berkaitan langsung dengan belanja wisatawan di daerah. Semakin lama mereka tinggal, semakin besar dampak ekonominya,” jelasnya.

Di sisi lainnya lagi, jumlah wisatawan mancanegara (Wisman) yang masuk melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) turun hampir 10 persen.

Wisatawan mancanegara melakukan proses check in di sebuah hotel di Gili Trawangan, beberapa waktu lalu.
Wisatawan mancanegara melakukan proses check in di sebuah hotel di Gili Trawangan, beberapa waktu lalu.

Yakni dari 8.641 orang di Mei 2025 menjadi 7.784 orang pada Juni 2025.

Sebaliknya, wisatawan nusantara (Wisnus) meningkat tajam sebesar 10 persen.

Jumlahnya mencapai 1.294.792 orang, jika dibandingkan Mei 2025 sebanyak 1.177.046 orang.

Kondisi ini menunjukkan pasar domestik tetap menjadi tulang punggung pariwisata NTB.

Namun, dengan penurunan rata-rata lama menginap, ada indikasi bahwa kunjungan wisata lebih bersifat kunjungan singkat.

Untuk menghadapi tantangan ini, para pelaku wisata dan pemerintah daerah perlu mengembangkan strategi baru.

Termasuk memperbanyak aktivitas berbasis pengalaman (experiental tourism).

Kemudian, memperpanjang masa tinggal dengan paket wisata tematik.

Hingga memperbaiki infrastruktur dan konektivitas antardestinasi.

Meski memiliki potensi besar, namun tanpa strategi peningkatan durasi tinggal, peluang ekonomi dinilai bisa tidak maksimal. (fer/r6)

Baca Juga: Film Gonjiam: Haunted Asylum, Kisah Horor Mengerikan Rumah Sakit Terbengkalai

Editor : Kimda Farida
#menurun #lama menginap #NTB #Hotel #Pariwisata