Dalam produksi produknya, mereka disarankan menggunakan motif khas Sasambo (Sasak, Samawa, Mbojo).
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB Jamaludin Malady mengatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung proses produksi, pekan lalu.
Mantan kepala Dispar NTB ini mendorong American Pillo memberi ruang lebih besar bagi UMKM untuk terlibat dalam rantai produksi.
Ia menyarankan pemanfaatan material lokal, seperti kain tenun maupun motif khas SASAMBO.
Pengunaan motif tradisional ini dinilai bisa memperkuat identitas produk.
“Kami sudah melihat langsung proses produksinya. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh mencari, karena di pabrik American Pillo ini tersedia berbagai ukuran dan model springbed yang bisa di-custom sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Pihaknya juga mengapresiasi American Pillo lantaran menggunakan tenaga kerja lokal NTB.
“Menyerap ratusan pekerja,” kata Jamaludin, kemarin (18/8).
Kunjungan tersebut, diharapkan Jamal dapat menjadi awal dari kolaborasi antara industri besar dengan UMKM lokal.
Sehingga ikut berkontribusi mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia dengan produk berdaya saing tinggi.
Sekaligus mencerminkan identitas daerah.
Perwakilan Manajemen PT Balifoam Nusamegah Cabang Lombok Palar Gandhi Aya Sophia menegaskan komitmen perusahaan turut memperkuat ekonomi daerah.
“American Pillow memproduksi springbed dari nol hingga siap dipasarkan. Selain dijual langsung ke konsumen, produk kami juga didistribusikan melalui mitra toko-toko meubel,” jelas Gandhi.
Seluruh proses produksi dikerjakan 242 tenaga kerja lokal. Bahan baku utama produk American Pillo didatangkan dari Jawa.
Sementara proses produksi hingga branding dilakukan di Mataram.
Bahkan, produk American Pillo sudah rutin diekspor ke Timor Leste. (fer/r6)
Baca Juga: Resmi Debut, CORTIS Bawa Energi Kreatif Baru ke Dunia K-pop
Editor : Kimda Farida