Menghadirkan produk hijab berkualitas dengan nuansa kearifan lokal nusantara, salah satunya NTB.
Owner Kisera Lombok Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, dirinya mengenal brand Kisera pada 2019 lalu ketika menghadiri pameran di Jakarta.
“Saya tuh orangnya praktis. Nah, Kisera ini cocok banget karena satu jilbab bisa ada empat warna. Bisa dipadu-padankan dengan tiga sampai empat baju. Nggak ribet, tetap stylish,” ujarnya, Jumat (22/8).
Kisera dikenal sebagai produk hijab nasional yang mengutamakan kenyamanan dan kepraktisan.
Bahan yang adem dan ringan.
Menurutnya produk ini cocok untuk digunakan sehari-hari oleh perempuan aktif, tanpa mengorbankan gaya.
“Bahannya lembut, ringan, dan tetap adem dipakai. Harganya sekitar Rp 250 ribuan, tapi sudah dapat empat warna dalam satu jilbab. Jadi, ibarat beli satu, dapat empat gaya,” kata Rohmi.
Ia berharap kehadiran Kisera di NTB bisa menjadi wadah promosi budaya lokal.
“Motif-motif khas NTB juga dimasukkan ke dalam desain Kisera. Motif-motif kita itu khas, bisa jadi ciri khas baru Kisera. Jadi bukan cuma jualan, tapi sekaligus promosi budaya kita,” jelasnya.
Selain itu, mantan wakil gubernur NTB ini juga menegaskan pentingnya mendukung pelaku usaha perempuan.
Ia menyebutkan, usaha ini digerakkan bersama adiknya, yang juga seorang pelaku UMKM NTB.
“Saya support dari belakang saja. Tapi saya percaya, semakin banyak perempuan NTB yang berani usaha, semakin maju daerah kita. Apalagi kalau produk kita bisa bersaing di pasar nasional,” tandasnya.
Founder Kisera Ardhina Dwiyanti mengatakan, Kisera lahir di Bandung, kota yang dikenal sebagai pusat kreatif dan fesyen valley di Indonesia.
Namun menurutnya, itulah yang menjadi tantangannya.
“Di Bandung, kalau kita launching produk yang biasa-biasa aja, enggak bakal dilirik. Harus beda, harus punya karakter,” tegas Ina, sapaan akrabnya.
Dijelaskannya, merek Kisera telah terdaftar secara Hak Merek dan Hak Paten dari Haki untuk teknik pencetakkan kerudung 4in1.
Untuk bisa mendapatkan empat warna berbeda, pihaknya menggunakan Teknik sublime printing dengan dua sisi kain (atas dan bawah), satu sisinya terdapat dua warna berbeda.
“Sehingga jika dipakai kerudung segi empat dengan lipatan segitiga bisa tampak seperti empat kerudung berbeda,” jelasnya.
Editor : Kimda Farida