LombokPost – NTB terus menggencarkan ekspor produk unggulannya ke pasar global.
Salah satunya dengan memberikan subsidi biaya pengiriman sampel produk hingga Rp 5 juta per item demi memperluas jangkauan pasar ke lima benua.
Di antaranya, Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Australia.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi hilirisasi dan dukungan nyata kepada pelaku UMKM.
Terutama UMKM yang kerap terkendala biaya dalam menjangkau pembeli internasional.
“Ketika eksportir mencari buyer di luar negeri, biasanya mereka diminta mengirim sampel terlebih dahulu. Kami hadir untuk membantu pembiayaan pengiriman,” jelas Kepala Dinas Perdagangan NTB Jamaluddin Malady.
Produk-produk seperti kopi, kemiri, cabai, vanili, hingga kerajinan dari NTB telah lebih dulu memasuki pasar Asia dan Timur Tengah.
Kini, pemerintah daerah menargetkan ekspansi ke Eropa, Amerika, dan Afrika dengan dukungan penuh dari program hilirisasi dan diplomasi dagang.
Program subsidi ini juga sejalan dengan visi-misi kepala daerah dalam mewujudkan NTB yang Makmur Mendunia.
Salah satu misinya, menembus pasar ekspor langsung tanpa harus bergantung pada daerah dengan pelabuhan besar seperti Surabaya.
“Jika hilirisasi berjalan optimal, kami optimis pasar Eropa, Amerika, dan Afrika akan terbuka,” tambah Jamaludin.
Tak hanya subsidi, Dinas Perdagangan bersama Bank Indonesia rutin menggelar pelatihan bagi pelaku UMKM agar memahami standar ekspor.
Mulai dari peningkatan kualitas produk hingga pemahaman regulasi perdagangan internasional.
Pelaku usaha dibekali pengetahuan agar mampu bersaing di pasar global.
“Kami dorong pelaku UMKM agar sadar bahwa menjual produk di pasar global jauh lebih menguntungkan. Harga ekspor tinggi, tapi kualitas harus memenuhi standar internasional,” tegasnya.
Untuk mendukung ekosistem ekspor yang kondusif, Pemprov NTB juga menggandeng sejumlah lembaga strategis.
Seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Bea Cukai, dan perbankan nasional.
Sinergi ini bertujuan mempercepat proses perizinan, pembiayaan, serta distribusi produk ke pasar luar negeri.
Jamal yakin, dengan kolaborasi semua pihak dan semangat pelaku usaha, NTB mampu menjadi pusat produk ekspor unggulan.
Tidak hanya dari sektor tambang, tapi juga pertanian, perkebunan, dan UMKM. (fer/r6)
Editor : Prihadi Zoldic