Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Daya Beli Petani NTB Naik 2,03 Persen

Geumerie Ayu • Selasa, 2 September 2025 | 08:31 WIB

Para petani cabai mengawasi lahannya yang segera memasuki masa panen di Lombok, beberapa waktu lalu.
Para petani cabai mengawasi lahannya yang segera memasuki masa panen di Lombok, beberapa waktu lalu.
LombokPost – Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada Agustus 2025 naik menjadi 127,39.

Meningkat 2,03 persen dibanding bulan sebelumnya.

Angka ini menunjukkan daya beli petani di NTB semakin membaik.

Kepala BPS NTB Wahyudin menerangkan, NTP merupakan perbandingan antara harga yang diterima petani saat menjual hasil panennya dengan harga yang harus mereka bayar untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya produksi.

 Jika angkanya di atas 100, itu artinya petani sedang untung, alias daya beli mereka lebih baik dibanding sebelumnya.

Dari lima subsektor pertanian, empat di antaranya mencatatkan NTP di atas 100.

Ini tandanya petani di subsektor tersebut menikmati keuntungan secara ekonomi.

Rinciannya, hortikultura 217,43, tanaman pangan 121,49, peternakan 111,22, perikanan 108,40.

“Satu-satunya subsektor yang masih di bawah 100 adalah tanaman perkebunan rakyat dengan NTP sebesar 99,99 nyaris tembus,” ujarnya, Senin (1/9).

Kenaikan NTP ini disebabkan oleh meningkatnya harga jual hasil pertanian, naik 2,26 persen.

Lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga kebutuhan dan biaya produksi yang naik 0,23 persen.

Artinya, pendapatan petani lebih cepat naik dibanding pengeluarannya.

Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di NTB pun mengalami kenaikan tipis sebesar 0,07 persen.

Kenaikan ini terlihat pada beberapa kelompok pengeluaran seperti makanan, minuman, pakaian, listrik, kesehatan, hingga restoran dan perawatan pribadi.

Ini bisa jadi sinyal bahwa petani mulai lebih leluasa membelanjakan uangnya.

Tak hanya NTP, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) yang menggambarkan kelayakan usaha petani pun ikut naik menjadi 130,42.

 Naik 1,84 persen dibanding bulan sebelumnya.

Ini berarti usaha pertanian semakin menguntungkan.

Dengan NTP dan NTUP yang terus meningkat, kondisi ekonomi petani NTB terlihat semakin positif.

Meski masih ada subsektor yang perlu perhatian lebih, secara umum para petani kini memiliki daya beli dan prospek usaha yang lebih baik.

“Semoga tren positif ini terus berlanjut dan menjadi semangat baru bagi seluruh petani di NTB untuk terus maju dan sejahtera,” tandasnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#naik #daya beli #Petani #nilai tukar petani