Di Kabupaten Lombok Barat, 70 ton beras digelontorkan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional untuk menjaga stabilitas harga 12 komoditas pangan strategis.
GPM berlangsung serentak di seluruh kecamatan di Lobar.
Di Narmada, masyarakat terlihat antusias mendatangi lokasi.
Beras, minyak goreng, hingga gula menjadi komoditas paling diburu karena dijual lebih murah dibanding harga pasaran.
Pimwil Bulo NTB Sri Muniarti melalui Manajer Operasional dan Pelayanan Publik Setiawan mengatakan, masing-masing kecamatan di Lombok Barat dijatah tujuh ton beras SPHP.
“Harga beras di pasaran sekitar Rp 13 ribu per kilogram, di GPM ini kita jual Rp 11.600 atau Rp 58 ribu per kemasan lima kilogram,” jelasnya.
Selain beras, Bulog juga menyiapkan minyak goreng Minyakita sebanyak 10 dus.
Semua minyak goreng ini langsung ludes diserbu warga, serta 50 kilogram gula pasir.
“Tadi lumayan banyak warga yang belanja. Ini membuktikan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau sangat tinggi,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Lombk Barat Damayanti Widyaningrum mengatakan, GPM melibatkan banyak pihak.
Mulai dari Tenten Tani, Bulog, Indomaret, Alfamart, hingga UMKM lokal.
“Ini langkah konkret pemerintah untuk menekan harga kebutuhan pokok,” bebernya.
Warga pun merasa terbantu dengan adanya GPM ini.
“Alhamdulillah, terbantu karena harganya lebih murah,” ujar Muliawati.
Editor : Siti Aeny Maryam