Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dodol Dofira Lombok Tembus Pasar Sumbawa dan Bali

Geumerie Ayu • Rabu, 3 September 2025 | 13:52 WIB

Salmiati menunjukkan produk dodol yang dibuat KWT Melati asal Desa Sesaot, Lombok Barat.
Salmiati menunjukkan produk dodol yang dibuat KWT Melati asal Desa Sesaot, Lombok Barat.
LombokPost – Di balik rasa manis dan kenyal dodol tradisional, tersimpan kisah ketekunan dan inovasi dari UMKM KWT Melati asal Desa Sesaot, Kabupaten Lombok Barat.

Nama produknya Dofira, aneka dodol buah yang enak dan legit.

Produk dodol Dofira ini, kata Salmiati telah merambah pasar oleh-oleh di Lombok, Bali, hingga Sumbawa.

Baca Juga: Sejumlah Akun X Disebut-sebut Jadi 'Dalang Kerusuhan' Demo DPR Sejak 25 Agustus

Usaha yang dirintis sejak tahun 2014 ini awalnya hanya membuat dodol tape dan dodol buah dalam skala kecil.

Kini, Dofira memproduksi beragam varian dodol buah lainnya.

Di antaranya, dodol sirsak, mangga, pisang, tape, hingga dodol rumput laut.

Baca Juga: 10 Film Horor yang Tayang di Bioskop Selama Bulan September, Penakut Minggir Dulu

"Kalau dodol tape ini kayak madu mongso, dan yang rumput laut kita ambil dari teman di Buana," ujar Salmiati.

Produk unggulan dari Dofira adalah dodol nangka.

Dodol ini menjadi favorit pelanggan, terutama saat bulan puasa.

Baca Juga: Budi Daya Lobster Air Tawar, Modal Minimal Hasil Maksimal

"Kalau pas puasa, permintaan meningkat tajam, terutama dari Sumbawa dan Bali. Kita sampai kewalahan cari bahan baku," katanya.

Salmiati membeberkan, produksi dodol ini tergantung ketersediaan bahan baku.

Namun biasanya bisa mencapai 40 kilogram per hari.

Tak hanya menjual secara eceran, Dofira juga memproduksi dodol kemasan 200 gram hingga setengah kilogram.

Soal harga, bervariasi antara Rp 15.000 hingga Rp 35.000.

Produk ini sudah masuk ke toko oleh-oleh terkenal di Lombok, seperti Wahana Lombok.

Baca Juga: 6 Drama Korea Baru beserta Sinopsis dan Jadwal Tayangnya di Bulan September

Selain itu, dikirim secara rutin dalam kemasan curah, yang kemudian dikemas dan dijual kembali oleh pelanggan di Bali.

Dalam operasionalnya, Salmiati dibantu lima karyawan tetap.

Meski skalanya masih tergolong kecil, omzet bulanannya cukup stabil, berkisar antara Rp 6-7 juta per bulan.

Baca Juga: 3 Film Indonesia Terbaru yang Tayang di Pekan Pertama September

Namun perjalanan usahanya tidak selalu mulus.

Ia sering mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku saat tidak sedang musim.

Terutama untuk nangka dan sirsak.

Baca Juga: Pecahkan Rekor, Bon Appétit Your Majesty Jadi Drama tvN yang Paling Laris Sepanjang 2025

"Kami saling bantu antarsesama produsen. Kalau ada yang kehabisan stok, biasanya saling tukar kabar," bebernya.

Salmiati berharap Dofira bisa terus berkembang dan menjadi ikon oleh-oleh khas Lombok yang dikenal luas. 

Editor : Kimda Farida
#UMKM #Dofira #Lombok Barat #dodol #KWT Melati