Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

QRIS Jadi Cerminan Masyarakat Maju

Geumerie Ayu • Rabu, 10 September 2025 | 05:03 WIB

Pelaku usaha jasa transportasi online di Kota Mataram yang menggunakan QRIS untuk mempermudah pembayaran.
Pelaku usaha jasa transportasi online di Kota Mataram yang menggunakan QRIS untuk mempermudah pembayaran.
LombokPost – Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kini tak lagi hanya menjadi alat pembayaran digital biasa.

Di Nusa Tenggara Barat (NTB), QRIS telah bertransformasi menjadi simbol kemajuan dan gaya hidup modern.

Mendorong masyarakat menuju era ekonomi nontunai.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB Hario K Pamungkas menyebut, QRIS merupakan solusi revolusioner.

Menawarkan transaksi cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

"Kami mendorong budaya cashless yang menjadi ciri masyarakat modern," jelas Hario.

Data menunjukkan betapa kuatnya adopsi QRIS di NTB.

Hingga semester I 2025, tercatat 493.134 pengguna aktif QRIS dengan 368.602 merchant aktif.

Capaian ini menjadi bukti bahwa masyarakat NTB semakin siap menerima dan beradaptasi dengan transaksi digital.

Lebih dari itu, perkembangan QRIS di NTB juga membuka pintu bagi perekonomian lokal untuk bersaing di kancah global.

Saat ini, QRIS sudah dapat digunakan di Singapura, Malaysia, dan Thailand, dengan rencana ekspansi ke Korea Selatan dan Arab Saudi dalam waktu dekat.

"Hal ini akan membawa NTB dan Indonesia semakin maju di kancah global," tegas Hario.

Dengan adanya kolaborasi antara BI, pemerintah daerah, dan masyarakat, QRIS diyakini akan terus menjadi motor penggerak digitalisasi.

Membawa NTB selangkah lebih maju dalam menyongsong masa depan yang serba digital.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyambut baik perkembangan ini.

Menurutnya, penggunaan QRIS adalah cerminan dari identitas masyarakat yang maju.

"Saya senang dengan QRIS ini, karena salah satu ciri masyarakat yang modern adalah yang sudah cashless," ujar Iqbal.

Ia optimis transaksi nontunai berbasis QRIS akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi NTB.

Langkah ini sekaligus menunjukkan kesiapan daerah dalam menghadapi transformasi digital.

“Memastikan NTB tidak tertinggal dalam arus globalisasi,” pungkasnya.

Editor : Siti Aeny Maryam
#cerminan #ekonomi nontunai #Masyarakat Maju #QRIS