Pemerintah turut memfasilitasi melalui kegiatan bazar UMKM MotoGP Mandalika 2025.
Proses mematangkan persiapan bazar UMKM MotoGP Mandalika 2025 tersebut sudah mulai dilakukan.
Melibatkan lintas sektor seperti Dispar NTB, Disdag NTB, Disperin NTB, DKUKM NTB dan lainnya.
Kolaborasi ini menunjukkan komitmen serius pemerintah menjadikan MotoGP sebagai panggung promosi dan peningkatan daya saing produk UMKM.
“Kita berkolaborasi dan terus berkoordinasi dengan OPD terkait lainnya,” ujar Kepala DKUKM NTB Ahmad Masyhuri, kemarin (18/9).
Dibeberkannya, pertemuan membahas dan mematangkan strategi.
Mulai dari penyiapan produk unggulan, penentuan lokasi bazar yang strategis, hingga penetapan standar mutu produk yang akan ditampilkan.
“Tujuannya adalah memastikan setiap produk UMKM yang dipamerkan tidak hanya laku terjual, tetapi juga mampu meninggalkan kesan positif bagi para wisatawan,” jelasnya.
Kepala Disdag NTB Jamaluddin Malady menegaskan, ajang MotoGP merupakan kesempatan emas bagi UMKM.
Mereka dapat menampilkan produk lokal terbaik kepada wisatawan domestik dan mancanegara.
Hal ini sejalan dengan target pemerintah NTB. Menjadikan bazar UMKM sebagai media promosi potensi daerah.
Sekaligus memperluas akses pasar serta memperkuat ekosistem usaha kecil menengah di NTB.
Rapat tersebut secara khusus membahas koordinasi terkait partisipasi pelaku UMKM dalam mendukung penyelenggaraan MotoGP 2025.
“Kami berharap sinergi lintas sektor dapat terus diperkuat untuk memberikan ruang promosi dan pemasaran yang lebih luas bagi produk-produk UMKM,” terangnya.
Pengelola NTB Mall Lalu Afghan Muharor menyatakan kesiapan NTB Mall untuk mengambil peran sentral.
NTB Mall siap menjadi kanal promosi terintegrasi bagi UMKM.
“Sehingga produk lokal NTB dapat menjangkau pasar yang lebih luas," ujarnya.
Selain promosi produk, NTB Mall juga turut mendukung kesuksesan MotoGP 2025 dengan memfasilitasi penjualan tiket resmi MotoGP.
Sinergi lintas sektor yang terus diperkuat, diharapkan gelaran bazar UMKM meningkatkan daya tarik wisata.
“Selain itu juga memberikan dampak ekonomi nyata dan berkelanjutan bagi pelaku UMKM di NTB,” pungkas kepala UPTD Balai Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Daerah (BP3UD) ini.
Editor : Kimda Farida