Beberapa potensi lokal di antaranya, seperti sentra garam, budi daya udang dan rumput laut, perikanan tangkap, perkebunan dan peternakan.
Potensi-potensi lokal tersebut perlu menjadi perhatian utama.
Baca Juga: Punya Fitur Canggih, Garmin Seri Forerunner Jadi Primadona Pengunjung LEM
Dengannya mampu memperkuat struktur ekonomi NTB di luar sektor tambang.
“Sekaligus mendukung visi NTB sebagai destinasi wisata dunia,” ujar Kepala Dinas Perindustrian NTB Hj Nuryanti, Senin (29/9).
Dikatakannya, pihaknya sudah bertemu dengan bupati Lombok Timur untuk menyatukan visi pembangunan.
Khususnya dalam pengembangan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan dan kelautan.
“Sinergi ini bertujuan menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan dan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB serta RPJMN 2025–2029,” jelasnya.
Perempuan berhijab ini menegaskan, pengembangan industri agromaritim merupakan salah satu program prioritas gubernur NTB.
Sama seperti daerah lainnya di NTB, Lombok Timur memiliki kawasan pertumbuhan dan komoditas unggulan yang sangat potensial.
“Ini harus kita kelola bersama agar memberi nilai tambah bagi masyarakat," ujarnya.
Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin menyambut baik tawaran kolaborasi ini.
Visi itu diakuinya sejalan dengan arah pembangunan Lombok Timur.
“Kita sudah memiliki contoh nyata, seperti keberadaan pabrik porang, yang perlu diperkuat dengan kolaborasi semua pihak," tegasnya.
Lombok Timur memiliki potensi lokal yan berpeluang bagus.
Mulai dari perkebunan, peternakan, sentra garam, perikanan tangkap, hingga budi daya udang dan rumput laut bakal menjadi fokus pengembangan bersama.
Langkah ini diyakini mampu memperkuat struktur ekonomi NTB di luar sektor tambang.
“Dengan kerja sama yang solid, pengembangan agromaritim akan menjadi motor penggerak ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan pemerataan ekonomi di NTB,” pungkas bupati.
Editor : Kimda Farida