Event ini menjadi platform strategis untuk menarik minat pembeli dari berbagai penjuru dunia, Rabu hingga Minggu (15-19/10).
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN) Disdag NTB Baiq Deny Evita Darmiyana mengatakan, TEI 2025 dirancang khusus untuk memperkuat citra dan daya tarik produk Indonesia melalui tiga zona pameran utama.
“Yakni produk makanan minuman dan pertanian, produk manufaktur jasa, dan produk gaya hidup,” ujarnya, Kamis (16/10).
Antusiasme global terhadap TEI tahun ini tercatat sangat tinggi.
Kata Baiq Deny, Menteri Budi Santoso melaporkan bahwa pameran ini berhasil menarik 1.619 peserta pameran.
Sementara pembeli, sukses menarik minat 8.045 buyer yang terdaftar dari 130 negara.
“Angka ini menunjukkan potensi besar bagi UMKM daerah untuk menjalin kontrak dagang skala internasional,” sambungnya.
Dijelaskan Baiq Deny, Disdag NTB secara selektif merangkul empat UMKM dengan produk yang memiliki daya saing dan keunikan khas daerah.
Partisipasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan volume ekspor. Tetapi juga mempromosikan kekayaan budaya dan agroindustri NTB.
Keempat UMKM yang tampil adalah PT Mujnah Kemiri Lombok, Hanuman Craft, Rara Art Shop, dan Zee An Nur.
Keempat UMKM unggulan ini memamerkan produk-produk terbaik berupa hasil bumi dan kerajinan khas NTB.
Perempuan berhijab ini melanjutkan, event TEI 2025 ini merupakan momentum emas bagi UMKM NTB.
Mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga menjual cerita dan kualitas yang dimiliki oleh daerah.
Pihaknya berharap keikutsertaan ini dapat memicu transaksi bisnis yang signifikan.
Selain itu, juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk dari NTB.
"Kami optimis kehadiran mereka di pameran bertaraf internasional ini akan menghasilkan perjanjian dagang yang berkelanjutan dan mempercepat ekspor UMKM NTB," tandasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam