LombokPost - Langkah Dan Price ini dikenal luas sebagai aksi CEO potong gaji demi karyawan paling inspiratif di dunia modern.
Alih-alih berfokus pada keuntungan pribadi, ia menempatkan kesejahteraan karyawan sebagai prioritas utama.
“Kalau kita ingin karyawan memperlakukan pelanggan dengan baik, kita harus memperlakukan mereka dengan lebih baik lagi,” ujar Price dalam salah satu wawancaranya.
Kebijakan gaji minimum 70.000 dolar membuat karyawan lebih bahagia, produktif, dan loyal. Banyak di antara mereka yang berhasil membeli rumah, melunasi utang, hingga memulai keluarga.
Sementara itu, loyalitas pelanggan meningkat tajam dan reputasi Gravity Payments melambung di dunia bisnis internasional.
Mundur dari Jabatan, Tapi Warisannya Tetap Hidup
Pada 2022, Dan Price memutuskan mundur dari jabatan CEO usai menghadapi tuduhan hukum.
Ia menyerahkan posisi pucuk pimpinan kepada Tammi Kroll, yang kemudian melanjutkan visi perusahaan dengan tetap menjaga kebijakan upah layak.
Terbaru, pada Mei 2025, jaksa di Riverside County secara resmi menjatuhkan dakwaan pemerkosaan yang sempat diajukan terhadap Price.
Meski diterpa badai kontroversi, keputusan beraninya di dunia bisnis masih terus dibicarakan dan dijadikan contoh dalam berbagai studi kasus di universitas serta forum ekonomi global.
Inspirasi Bagi Dunia Kerja Modern
Kini hampir satu dekade sejak langkah beraninya itu, Dan Price tetap dikenang sebagai simbol perubahan budaya kerja modern.
Ia membuktikan bahwa empati bisa jadi strategi bisnis paling menguntungkan, dan bahwa keberhasilan sejati tak melulu diukur dari laba semata.
Kisah CEO yang rela hidup sederhana tapi bikin perusahaan melesat ini menjadi pengingat bahwa dunia kerja masa depan harus berpihak pada manusia, bukan hanya angka di neraca keuangan. (***)
Editor : Alfian Yusni