LombokPost – Masa depan pasar modal dan keuangan Indonesia kini berada di tangan generasi muda. Untuk memperkuat fondasi ini, Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) Tahun 2025 di Universitas Hindu Indonesia, Bali, Senin (24/11).
Acara ini menegaskan bahwa kunci investasi cerdas adalah kombinasi antara pemahaman peluang, risiko, dan cermat memilih instrumen yang bijak, atau disingkat "cuan" (cerdas, cermat, cuan).
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyampaikan tiga kunci utama agar generasi muda cerdas mengelola keuangan.
1. Melek Digital: Memahami profil risiko investasi dengan baik dan memprioritaskan instrumen yang resmi serta berizin.
2. Merencanakan Keuangan: Membangun kebiasaan positif sejak dini: menyisihkan dana darurat, menghindari utang konsumtif, serta rutin menabung dan berinvestasi.
3. Marathon, Bukan Sprint: Dalam berinvestasi tidak ada yang instan, hasil investasi yang besar didapatkan dalam jangka panjang, sehingga jangan tergoda dengan imbal hasil yang besar dengan waktu yang singkat.
Senada dengan BI, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, menekankan pentingnya menyiapkan dana cadangan (emergency fund) sebesar 3-6 bulan kebutuhan operasional sebelum mulai berinvestasi.
Setelah cadangan likuiditas cukup, barulah dana surplus diinvestasikan secara terdiversifikasi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan, Masyita Crystallin, menambahkan bahwa dalam berinvestasi, generasi muda harus mempertimbangkan beberapa hal.
1. Profil Risiko: Apakah termasuk risk averse, moderat, atau risk taker.
2. Periode Waktu: Jangka pendek, menengah, atau panjang.
3. Diversifikasi: Menyebar risiko ke berbagai instrumen investasi.
Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Irhamsah mengingatkan agar investor memastikan produk yang dituju telah memiliki izin dari otoritas berwenang.
Terkait hal ini, OJK telah membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) bersama kementerian/lembaga terkait untuk mengatasi permasalahan dari aktivitas keuangan ilegal yang dapat merusak stabilitas dan merugikan masyarakat.
Kegiatan LIKE IT di Bali ini menjadi penutup rangkaian LIKE IT Tahun 2025 yang telah mengedukasi lebih dari 22 ribu anak muda di tujuh kota, dari Jakarta hingga Solo, demi memperkuat pasar keuangan Indonesia di masa depan. (r6)
Editor : Prihadi Zoldic