Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Desak Pemerintah Moratorium MBG, Koalisi MBG Watch Geruduk BGN

R
Penulis: Redaksi❯
Sejumlah massa yang tergabung dalam Koalisi MBG Watch menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Rabu (10/6). (Jawa Pos)
Sejumlah massa yang tergabung dalam Koalisi MBG Watch menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Rabu (10/6). (Jawa Pos)

Advertisement

LombokPost - Sejumlah massa yang tergabung dalam Koalisi MBG Watch menggelar demonstrasi di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Jakarta, Rabu (10/6).

Mereka mendesak pemerintah menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program tersebut.

Dalam aksi tersebut, massa memasang garis kuning-hitam di area kantor BGN dan membawa sejumlah poster bernada kritik. Di antaranya bertuliskan ”Gedung Ini Kami Segel” , ”Audit MBG”, dan  ”Kami Muak! Rombak Total MBG!”.

Advertisement

Baca Juga: Reformasi BGN dan MBG

Ahli hukum tata negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) Bivitri Susanti yang turut mengikuti unjuk rasa menilai, persoalan MBG bukan hanya terkait pelaksanaan di lapangan, tetapi juga desain kebijakan yang dianggap bermasalah sejak awal.

Menurut dia, kelompok masyarakat sipil bersama Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) telah menggugat Undang-Undang (UU) APBN ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena menilai sebagian anggaran pendidikan dialihkan untuk program MBG.

Advertisement

”Dua puluh persen APBN harus untuk pendidikan. Tapi, ternyata sebagian dibuat MBG. Menurut kami MBG itu bukan pendidikan,” tegasnya.

Bivitri juga menyoroti mekanisme pengelolaan dapur MBG yang banyak dijalankan oleh yayasan. Menurutnya, model tersebut membuat pengadaan barang dan jasa tidak berjalan sesuai mekanisme yang semestinya. Dia menilai pemerintah perlu menghentikan sementara program tersebut sebelum mengevaluasi secara menyeluruh. ”Harus dimoratorium dulu, baru kemudian dievaluasi total,” ucapnya.

Menurut dia, evaluasi tidak cukup hanya menyasar persoalan pengadaan barang dan jasa atau penunjukan dapur. Pemerintah juga perlu meninjau ulang desain kebijakan secara keseluruhan, termasuk mekanisme pengawasan dan evaluasi program.

Bivitri mencontohkan sejumlah negara seperti Jepang, Brazil, dan beberapa wilayah di India yang melibatkan sekolah dan orang tua murid dalam pengelolaan program makan bergizi sehingga mekanisme pengawasan menjadi lebih kuat.

Kritik juga dilontarkan Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios) Media Wahyudi Askar. Menurut dia, MBG membebani kondisi fiskal negara yang saat ini menghadapi berbagai tekanan ekonomi. ”Pesannya sederhana, hentikan MBG ini. Fokuskan pada yang membutuhkan sehingga pemerintah benar-benar menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat,” ujarnya.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka, Istana Beri Pernyataan Menohok: Tak Ada yang Kebal Hukum!

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka, Istana Beri Pernyataan Menohok: Tak Ada yang Kebal Hukum!

• Hasan Nasbi tegaskan tak ada yang kebal hukum di kabinet Prabowo pasca eks Kepala BGN jadi tersangka. Nanik S Deyang jadi pengganti.

Pimpinan Baru BGN Disambut Keracunan di Bangkalan

Pimpinan Baru BGN Disambut Keracunan di Bangkalan

Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sudah dirombak. Tiga pejabat lama telah ditahan. Presiden Prabowo Subianto juga memberi warning.

Pengadaan Motor Listrik BGN Tembus Rp 1 Triliun, Vendor Diduga Tak Punya Dealer Aktif

Pengadaan Motor Listrik BGN Tembus Rp 1 Triliun, Vendor Diduga Tak Punya Dealer Aktif

Kejagung menyoroti pengadaan 21.801 motor listrik BGN senilai Rp 1,03 triliun. Vendor diduga tak punya dealer dan bengkel aktif.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer