LombokPost – Lombok memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa, salah satunya yang otentik bernama Jaja Tujak.
Jajan tradisional Lombok ini sekarang bertransformasi menjadi produk modern bernilai jual tinggi. Hal itu berkat kreativitas mahasiswa Universitas Mataram (Unram).
Inovasi ini bernama TuChips. Berhasil memodifikasi jaje tujak menjadi keripik renyah dengan daya tahan fantastis hingga delapan bulan.
Produk ini secara resmi dipamerkan di ajang prestisius KMI Expo XVI 2025 di Universitas Tidar, Magelang.
“Lewat TuChips, kami ingin menunjukkan bahwa makanan tradisional bisa dikembangkan menjadi produk modern dan bernilai jual tinggi,” ujar Ketua Tim TuChips Himayatun Epira Ayunda.
TuChips dikembangkan oleh Himayatun Epira Ayunda bersama Nadia Permata Hasanah dan Citra Bela Qur’ani, di bawah bimbingan Rini Nofrida.
Mereka berkompetisi di kategori usaha makanan dan minuman tahap awal dengan fokus memecahkan persoalan klasik jaje tujak yang hanya memiliki masa simpan sekitar tiga hari.
“Dari masa simpan hanya tiga hari, kini jaje tujak bisa tahan delapan bulan setelah kami proses menjadi chips,” jelas Epira.
Transformasi produk ini tidak hanya mencakup bentuk dan daya tahan. Namun juga kemasan yang kini menggunakan pouch modern yang praktis dan estetik.
Untuk cita rasa, TuChips menghadirkan varian Ayam Taliwang menciptakan kolaborasi menarik antara kuliner lokal dengan tren kekinian.
Modifikasi jaje tujak menjadi keripik renyah ini mendapat respons pasar yang sangat baik. Dalam kurun waktu tiga bulan, tim TuChips berhasil menjual 1.000 pcs (pieces) melalui sembilan mitra toko oleh-oleh di Lombok.
“Penerimaan pasar ini membuat kami semakin yakin bahwa TuChips layak menjadi identitas baru oleh-oleh Lombok,” tutur Epira.
Epira menegaskan, mereka menargetkan mempertahankan prestasi juara di subtema makanan dan minuman pada KMI Expo tahun ini.
Editor : Marthadi