LombokPost – Semangat kemandirian ekonomi dari Desa Sukamulia Timur, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, patut diacungi jempol.
Kelompok Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) di Dusun Dasan Tiga, berhasil mengembangkan produk merek lebih luas.
Produk tersebut bernama Kopi Pade Mele. Kopi ini merupakan racikan tangan para ibu rumah tangga (IRT). Mereka sebagian besar merupakan janda cerai dan janda ditinggal meninggal oleh suami.
Produk mereka tak hanya merambah kios warga di Bagek Endep dan Sukamulia Timur, tetapi juga mulai masuk ke perkantoran instansi.
“Sudah mulai masuk beberapa toples ke kantor DPRD Lombok Timur dan titip ke kios-kios warga, ada di Bagek Endep dan Sukamulia Timur, 10 toples,” ungkap Ketua Pekka Desa Sukamulia Timur, Salamah.
Kelompok yang berdiri sejak Februari 2022 ini memiliki 22 anggota. Produk mereka menawarkan tiga varian unik. di antaranya, Kopi Campuran (denganberas), Kopi Jahe. Kopi Asli Murni.
“Kopi asli murni dijual lebih mahal, Rp 25 ribu per toples sedang,” sambungnya.
Salamah menjelaskan, pemasaran kini juga menjangkau pasar online. Bahkan sudah menerima pesanan dari berbagai wilayah, termasuk dari Kota Mataram. Daya tarik khas kopi tubruk hitam ini terletak pada proses produksinya yang masih tradisional.
"Kita pakai tungku dari tanah liat dan kalau mau giling, kita bayar karena gak punya alat penggilingan," terang Salamah.
Mereka bahkan menggunakan kayu bakar dari pelepah daun kelapa kering dalam proses penggorengan. Ini diyakini mampu menjaga cita rasa dan aroma khas Kopi Robusta lokal asal Sembalun.
Meski berhadapan dengan keterbatasan alat dan mahalnya ongkos kirim ke luar pulau, semangat para anggota Pekka tetap menyala.
Usaha ini dijalankan secara swadaya. Modal awal dikumpulkan dari iuran anggota dan bahkan dari hasil penjualan sampah organik mereka.
Produksi yang dilakukan hampir setiap Minggu, tergantung pesanan. Saat ini, mereka telah menghasilkan omset jutaan rupiah yang dibagi hasil kepada anggota.
Selain kopi, kelompok ini juga memproduksi kerupuk, nasi kotak, dan makanan ringan.
Editor : Marthadi