Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BKPM Targetkan Investasi Rp 13.032 Triliun hingga 2029

Redaksi Lombok Post • Rabu, 3 Desember 2025 | 23:40 WIB

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani
LombokPost -- Pemerintah menetapkan target investasi yang sangat ambisius dalam rencana pembangunan lima tahun mendatang. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan total penanaman modal yang dikejar pada periode 2025–2029 mencapai Rp 13.032 triliun, dengan pertumbuhan rata-rata 5,67 persen per tahun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan Roeslani, mengatakan target jumbo ini diminta oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai syarat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menembus 8 persen pada tahun 2029.

“Total investasi yang diharapkan dalam lima tahun ke depan adalah Rp 13.032 triliun,” ujarnya di Jakarta, Rabu (4/12). Angka ini melonjak jauh dibandingkan realisasi Rp 9.100 triliun selama periode 2014–2024.

Rosan menekankan bahwa negara tidak hanya membutuhkan besaran investasi, melainkan juga kualitas investasi. Transfer teknologi, peningkatan keahlian tenaga kerja lokal, dan aspek keberlanjutan menjadi prinsip utama. “Kami inginkan investasi yang berkualitas dan berkelanjutan,” ucapnya.

Baca Juga: Terobosan Investasi, Pemerintah Bentuk Task Force Debottlenecking, Menkeu Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Realisasi Kuartal III dan Kemitraan Kadin

Hingga kuartal III 2025, realisasi investasi telah mencapai Rp 1.434,3 triliun atau 75,3 persen dari target 2025 (Rp 1.905,6 triliun). Capaian itu tumbuh secara tahunan (YoY) sebesar 13,7 persen.

Investasi tersebut berhasil menciptakan 1.956.346 lapangan kerja langsung, meningkat 4,3 persen YoY. Sektor manufaktur, pertambangan, dan infrastruktur masih menjadi motor penyerapan tenaga kerja terbesar.

Untuk mengejar target ambisius tersebut, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memperkuat kemitraan dengan dunia usaha, salah satunya melalui penandatanganan MoU dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

Ketua Umum Kadin, Anindya Novyan Bakrie, menyebutkan bahwa kerja sama ini bertujuan memudahkan akses perizinan bagi investor domestik maupun asing. “Goal-nya agar Kadin bersama mitranya memperoleh kemudahan perizinan dan mendorong investasi asing masuk,” tuturnya.

Menurut Anindya, investasi bukan hanya suntikan modal, melainkan juga penggerak penciptaan kerja, pendorong tumbuhnya pelaku usaha baru, dan penaik penerimaan pajak negara. Ia menekankan perlunya investasi yang merata dari hulu ke hilir, mulai dari pertanian, perindustrian, hingga infrastruktur.

Editor : Redaksi Lombok Post
#investasi #BKM #bkpm