Hal ini didukung oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) yang juga tumbuh akseleratif mencapai 7,58 persen.
Kinerja positif ini dikonfirmasi Kepala BI NTB Hario K Pamungkas, didukung oleh tingkat Non-Performing Loan (NPL) yang secara umum tetap terjaga. Namun, Bank Indonesia (BI) mengingatkan perlunya kewaspadaan.
“Meskipun NPL secara umum baik, terdapat beberapa sektor tertentu yang menunjukkan tingkat NPL cukup tinggi, yang berpotensi meningkatkan risiko kredit bagi pelaku usaha di sektor tersebut,” jelasnya.
Untuk memperkuat kualitas kredit dan mendorong pertumbuhan di sektor riil, BI fokus pada peningkatan kapasitas UMKM agar menjadi lebih bankable.
Hal ini dilakukan melalui tiga pilar pengembangan, yakni korporatisasi, kapasitas, dan pembiayaan.
Ada dua langkah konkret yang dilakukan BI untuk meningkatkan kapasitas UMKM. Yakni melalui pelatihan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) dan platform BISAID.
Melalui pelatihan SIAPIK, UMKM didorong menggunakan aplikasi tersebut. Aplikasi ini membantu UMKM mencatat transaksi secara rapi dan digital, memudahkan perbankan melakukan analisa kredit.
“Pengguna SIAPIK sudah mencapai 52.597 user, dan di NTB baru sebanyak 533 user,” bebernya.
Sedangkan platform BISAID, BI telah menyediakan profil UMKM yang siap dan layak dibiayai pada website resminya.
Platform ini mempermudah perbankan yang ingin membiayai UMKM dengan menyajikan profil keuangan yang lengkap.
Hingga saat ini, upaya ini membuahkan hasil. Sudah terdapat sekitar delapan UMKM di NTB yang berhasil memperoleh pembiayaan melalui platform BISAID.
Total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp258 juta.
Selain pembiayaan, BI juga konsisten mendukung peningkatan pemasaran UMKM NTB, termasuk memfasilitasi ekspor beberapa komoditas dan pelaku usaha UMKM binaan ke luar negeri.
“Kami juga konsisten untukmeningkatkan pemasaran dari UMKM ataupun pelaku usaha di NTB sampai dengan melakukan ekspor. Beberapa pelaku UMKM binaan kami juga sudah secara konsisten bisa melakukan ekspor ke luar negeri,” tandasnya.
Editor : Redaksi Lombok Post