Mereka adalah Ihsan dan Kemas Omi Andrian yang meluncurkan produk kopling dengan brand Kopi Koko.
Bukan sekedar Kopling, tapi menawarkan sensasi menyeruput kopi dengan kualitas. Bercita rasa mewah ala coffee shop modern.
Kopi Koko menjajakan dagangannya menggunakan sepeda listrik gerobak yang dimodifikasi. Menjual berbagai menu racikan sendiri yang diklaim berbeda dari kopi keliling pada umumnya.
“Kopi Koko menawarkan pengalaman rasa yang berbeda dari kopi keliling pada umumnya. Dari segi kualitas, kami siap bersaing, istilahnya seperti kopi gerobakan rasa coffee shop,” kata Ihsan.
Ihsan hanya memilih kualitas kopi terbaik dari biji pilihan. Diproses secara khusus demi menjaga cita rasa produk. Sehingga tidak kalah dengan coffee shop, meski jualan kaki lima.
Kemas Omi Andrian menjelaskan, nama Kopi Koko diambil dari bahasa Tionghoa yang berarti kakak laki-laki.
Sebuah nama yang merepresentasikan kehangatan dan kedekatan.
“Kami ingin setiap cangkir Kopi Koko terasa seperti kehadiran seorang kakak, hangat, akrab, dan bisa menemani siapa saja,” ujar Kemas.
Kopi Koko menawarkan varian rasa unik, coconut atau kelapa. Varian ini yang membedakan Kopi Koko dari pesaing Kopling lainnya.
Kata Kemal, usaha ini berawal dari hobi dirinya dan Ihsan. Setelah melalui observasi selama tiga bulan, mereka merumuskan resep kopi keliling sendiri. Target pasarnya kalangan muda dan pekerja.
Sebab itu, Kopi Koko mematok harga yang sangat terjangkau. Mulai dari Rp 8.000 hingga Rp 15.000 per cup.
Total ada delapan varian rasa yang ditawarkan, termasuk americano, butterscotch, coconut, vanilla, palm sugar, salted caramel, hazelnut, dan kopi susu.
Gerobak Kopi Koko dibuat fleksibel dan tidak menetap di satu titik. Sehingga memungkinkan mereka menjangkau lebih banyak pelanggan.
“Untuk anak muda yang ingin merintis usaha, jangan takut. Jika takut, kapan kita akan maju,” pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam