Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BEI Targetkan 50 Emiten Baru dan 2 Juta Investor di Awal Implementasi Master Plan 2026

Redaksi Lombok Post • Sabtu, 3 Januari 2026 | 02:00 WIB

BERKUNJUNG: Salah seorang warga Kota Mataram yang datang berkunjung ke kantor BEI NTB, belum lama ini.
BERKUNJUNG: Salah seorang warga Kota Mataram yang datang berkunjung ke kantor BEI NTB, belum lama ini.
LombokPost -- Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan target agresif pada awal tahun 2026 dengan membidik tambahan 50 emiten baru serta pencapaian dua juta investor pasar modal baru.

Langkah strategis ini merupakan titik awal dari implementasi Master Plan BEI 2026–2030 yang dirancang untuk memperkuat daya saing pasar modal nasional di level global.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyatakan bahwa tahun 2026 merupakan fase krusial dalam penguatan ekosistem finansial di tanah air.

Melalui peta jalan tersebut, BEI berambisi membawa Indonesia masuk ke dalam jajaran 10 besar bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar pada tahun 2030.

“Pasar modal Indonesia harus semakin inovatif, transparan, inklusif, dan terhubung secara global. Target besar ini hanya bisa tercapai jika seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama,” ujar Iman dalam Pembukaan Perdagangan Perdana BEI Tahun 2026, Jumat (2/1/2026).

Target Transaksi dan Ekspansi EmitenUntuk mendukung visi besar tersebut, BEI menetapkan asumsi rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada 2026 sebesar Rp 15 triliun.

Dari sisi pencatatan efek, otoritas bursa menargetkan total 555 efek tercatat, yang mencakup 50 saham baru sepanjang tahun berjalan.Upaya perluasan basis investor juga terus diakselerasi melalui penguatan kanal literasi digital dan distribusi informasi yang lebih masif.

“Kami menargetkan dua juta investor baru pada 2026. Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci,” tutur Iman.

Indikator StrategisTarget Tahun 2026Tambahan Emiten Baru50 PerusahaanTotal Efek Tercatat555 EfekTarget Investor Baru2.000.000 InvestorRata-Rata Transaksi Harian (RNTH)Rp 15 Triliun Regulasi bagi "Financial Influencer"Sejalan dengan upaya perlindungan investor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan terhadap perilaku pasar, terutama aktivitas para financial influencer atau finfluencer.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah merampungkan regulasi khusus bagi finfluencer yang ditargetkan terbit pada pertengahan 2026.

Aturan ini nantinya akan mengatur aspek kapabilitas, transparansi, serta kewajiban kepatuhan perizinan guna memastikan literasi investasi yang disampaikan kepada publik bersifat bertanggung jawab.

Refleksi Kinerja Pasar Modal 2025

Langkah optimistis BEI di tahun 2026 ini didasari oleh performa positif pasar modal sepanjang tahun 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 22,13 persen secara tahunan dan ditutup pada level 8.646,94.

Kepercayaan investor global juga menunjukkan tren pemulihan yang signifikan, ditandai dengan aksi beli bersih (net buy) investor asing senilai Rp 36,23 triliun pada semester II-2025.

Selain itu, sepanjang tahun lalu, pasar modal Indonesia berhasil menghimpun dana sebesar Rp 275 triliun dari 215 penawaran umum, termasuk 18 emiten baru dengan nilai IPO mencapai Rp 14,41 triliun.

Peningkatan aktivitas pasar juga terlihat dari RNTH yang tumbuh menjadi Rp 18,1 triliun pada 2025, naik signifikan dibandingkan posisi Rp 12,9 triliun pada tahun sebelumnya.

Editor : Redaksi Lombok Post
#bei #bursa efef indonesia #Emiten #saham