Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wahana Bambu Willis, Kiblat Furnitur Akomodasi Pariwisata NTB

Geumerie Ayu • Sabtu, 10 Januari 2026 | 13:25 WIB

 

PREMIUM: Deretan produk handmade kerajinan bambu yang ada di showroom Wahana Bambu Willis, yang jadi primadona hotel berbintang, villa, hingga restoran di kawasan pariwisata NTB.
PREMIUM: Deretan produk handmade kerajinan bambu yang ada di showroom Wahana Bambu Willis, yang jadi primadona hotel berbintang, villa, hingga restoran di kawasan pariwisata NTB.
LombokPost – Wahana Bambu Wilis sudah sangat familiar di telinga pelaku usaha pariwisata NTB.

UMKM kerajinan bambu asal Lombok Barat ini disukai banyak hotel berbintang, villa, hingga restoran untuk soal furnitur.

Wahana Bambu Willis jadi salah satu rujukan utama pelaku akomodasi pariwisata yang membutuhkan produk bambu berkualitas.

Kualitas premium yang ditawarkan Wahana Bambu Willis mampu mengalahkan daya tarik harga murah di jagat maya.

Owner Wahana Bambu Willis H Saleh mengatakan, pihaknya tetap kebanjiran pemesanan, meski tidak memiliki toko daring.

"Pelanggan datang sendiri ke sini karena mereka tahu kualitasnya. Banyak hotel dan restoran yang sudah menjadi pelanggan tetap sejak lama," ujarnya.

Dijelaskannya, kekuatan utama Wahana Bambu Willis terletak pada detail.

Dibantu sekitar 15 perajin terampil, tempat ini tidak hanya menjual barang, tetapi juga menjual keahlian.

Mulai dari pengerjaan gazebo, rumah bambu, hingga furnitur kustom yang membutuhkan tingkat presisi tinggi.

"Kami bekerja berdasarkan keahlian tangan. Tidak semua orang bisa membuat model yang diminta secara khusus oleh pelanggan. Itulah nilai tambahnya," tegasnya.

Secara harga, produk di Wahana Bambu Willis dibanderol mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 1,5 juta.

Jika dibandingkan dengan produk masal di internet, harga ini tergolong lebih tinggi. Namun bagi segmen premium, harga tersebut adalah investasi yang sepadan untuk ketahanan dan nilai seni.

Bagi para pemilik vila di kawasan Senggigi hingga Mandalika, karakter bambu yang dikerjakan secara manual memiliki nyawa yang berbeda.

Karakteristik ini sangat dicari untuk memperkuat identitas destinasi wisata yang mengusung konsep alam dan kearifan lokal.

Saleh dan para perajinnya menunjukkan bahwa bambu bukan sekadar material murah, melainkan karya seni yang punya kelas.

"Hal yang terpenting bagi kami bukan sekadar memenuhi pesanan, tapi mengerjakan karya yang punya nilai seni," pungkasnya.

Editor : Kimda Farida
#Wahana Bambu Willis #Akomodasi Pariwisata #furnitur #NTB #kiblat