LombokPost – Suasana Atrium Lombok Epicentrum Mall (LEM) mendadak terasa berbeda saat melintasi stan RAUM Cream Cafe.
Bukan sekadar aroma kopi yang menyeruak, melainkan sosok pria di balik mesin espresso yang sukses mencuri perhatian pengunjung.
Dialah Evan, pria asli Korea Selatan yang kini menjadi buah bibir di tengah gelaran festival kuliner imlek halal yang digelar Jangkrik Kuliner.
Evan bukan sekadar pemanis stan. Ia adalah pemilik sekaligus barista utama RAUM Cream Cafe.
Parasnya yang rupawan, bak aktor dalam serial drama Korea, membuat mayoritas pengunjung yang didominasi kaum hawa rela mengantre.
Tak jarang, aktivitas meracik kopi terhenti sejenak karena Evan dengan ramah melayani permintaan foto bersama.
“Untuk pertama kalinya bersama Jangkrik Kuliner, RAUM hadir di Lombok,” ujar Evan, Selasa (20/1).
Meski mengakui belum fasih berbahasa Indonesia maupun Inggris, keramahan Evan menjadi bahasa universal yang memikat pelanggan.
"Saya tidak keberatan kalau ada yang meminta foto, malah saya senang,” sambungnya.
Jika kafe bertema Korea biasanya identik dengan sliced cake, RAUM tampil beda dengan menyuguhkan Financier.
Kue klasik asal Prancis berbentuk balok kecil ini dipanggang hingga cokelat keemasan. Teksturnya padat, namun lembut di dalam.
Varian Matcha menjadi primadona. Cita rasa teh hijau yang kuat berpadu apik dengan manis yang elegan.
Tambahan potongan almond memberikan sensasi crunchy yang pas di setiap gigitan. Dengan harga di kisaran Rp 30 ribuan, kudapan ini menjadi teman sempurna menyesap kopi.
Kejutan sesungguhnya muncul dari menu minuman signature mereka. Ada Corn Cream Coffee yang unik.
Minuman ini menyajikan layer latte dengan karakter pahit-asam di bawah, ditutup dengan foam krim jagung yang creamy di atasnya.
Paduan rasa jagung yang lembut ternyata mampu mengimbangi ketajaman kopi dengan sangat harmonis.
untuk non kopi, ada varian signature matcha RAUM Cream Cafe.
Kehadiran Evan dan RAUM Cream Cafe seolah menegaskan bahwa tren kuliner Korea di Lombok kini telah naik kelas. Tak hanya soal visual, tapi juga soal kualitas rasa yang otentik.
Editor : Prihadi Zoldic